Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/mloppcom/public_html/rumahdot.com/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/all_in_one_seo_pack.php:1797) in /home/mloppcom/public_html/rumahdot.com/wp-content/plugins/wpipad.php on line 27

Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/mloppcom/public_html/rumahdot.com/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/all_in_one_seo_pack.php:1797) in /home/mloppcom/public_html/rumahdot.com/wp-content/plugins/wpipad.php on line 27

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/mloppcom/public_html/rumahdot.com/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/all_in_one_seo_pack.php:1797) in /home/mloppcom/public_html/rumahdot.com/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Web Programming - Web Design - Web Business Resources Indonesia by RumahDot.com » Web Design http://rumahdot.com Tempat ngumpulnya para web developer indonesia Fri, 12 Apr 2013 10:56:55 +0000 en hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.1 Pemahaman Dasar tentang Usability untuk Desain yang Intuitif http://rumahdot.com/web-design/pemahaman-dasar-tentang-usability-untuk-desain-yang-intuitif/ http://rumahdot.com/web-design/pemahaman-dasar-tentang-usability-untuk-desain-yang-intuitif/#comments Wed, 18 Jul 2012 07:59:56 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24631 Pada artikel ini saya ingin berbagi beberapa pemahaman dasar untuk membangun sebuah user interface yang tepat guna. Merancang sebuah website merupakan tantangan bahkan saat Anda baru mulai menentukan komposisi warna dan mempersiapkan wireframe-nya. Berikut ini beberapa hal yang dapat membantu Anda menjawab tantangan tersebut, untuk dapat menyajikan sebuah website yang tampil intuitif.

Apa yang Dibutuhkan oleh Pengguna?

Akan banyak perdebatan dalam hal yang satu ini. Tentu mustahil untuk dapat membantu para pengguna secara langsung, dalam mendapatkan apa yang mereka butuhkan pada website, tetapi yang Anda perlukan adalah susunan layout dan struktur website yang akan menjalankan peran tersebut.

Anda perlu mencari tahu apa tujuan dari setiap halaman pada website tersebut. Kata intuitif sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana orang bertindak atas apa yang mereka rasa benar, tanpa berpikir secara sadar melalui proses yang dilewati.

Twitter bisa menjadi contoh yang bagus karena pada website tersebut Anda akan banyak menemukan bagian-bagian yang menjalankan fungsi dasar dari website yang intuitif. Pada halaman utama sangat jelas di mana Anda dapat melakukan pengaturan profil Anda atau untuk berbagi tweet baru.

Melayani Semua Pengguna

Masalah yang kadang muncul adalah tidak semua orang merasa intuitif dengan layout yang sama. Pengguna perlu melakukan beberapa tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan – tetapi beberapa pengguna tersebut kadang kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.

Sebuah website yang baik akan menyediakan beberapa konteks berbeda untuk bagian-bagian pada website yang memiliki konten lebih rumit dan berpotensi membuat pengguna kebingungan. Jika Anda ingat dengan Digg, pada masa-masa awalnya mereka menyediakan sebuah panduan berbasis JavaScript untuk menjelaskan setiap fitur pada website tersebut. Hal ini merupakan strategi yang tepat karena dapat berguna sebagai referensi pengunjungnya yang mungkin tidak tahu bagaimana menggunakan Digg.

Tapi jika Anda merasa bahwa halaman tutorial yang lengkap terlalu berlebihan, pertimbangkan untuk menambahkan beberapa tips-tips kecil tentang panduan penggunaan fitur yang mungkin asing bagi pengguna baru.

Lakukan Sebuah Percobaan

Anda perlu untuk sesekali menghubungi beberapa orang untuk teknik percobaan ini. Saran saya adalah untuk membentuk sebuah kelompok kecil terdiri dari beberapa individu dari latar belakang teknis yang berbeda untuk mencoba setiap layout yang Anda rasa kurang meyakinkan.

Anda mungkin bisa juga berbagi link kepada orang lain untuk mencoba layout yang sedang Anda kembangkan. Namun Anda tidak bisa berada di sana secara langsung untuk memperhatikan bagaimana mereka berinteraksi dengan website Anda.

Membangun sebuah interface yang intuitif akan membutuhkan waktu dan banyak latihan. Dunia digital semakin mengaburkan perbedaan teknologi antara mobile & web, sehingga hal ini akan membuat kita lebih mudah untuk menuangkan ide-ide baru ke dalam sebuah proyek. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://speckyboy.com

]]>
http://rumahdot.com/web-design/pemahaman-dasar-tentang-usability-untuk-desain-yang-intuitif/feed/ 0
Tips Mendesain Website dengan Gaya Minimalis http://rumahdot.com/web-design/tips-mendesain-website-dengan-gaya-minimalis/ http://rumahdot.com/web-design/tips-mendesain-website-dengan-gaya-minimalis/#comments Fri, 13 Jul 2012 03:58:07 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24598 Minimalis merupakan konsep desain di mana Anda membangun interface yang hanya memuat elemen-elemen yang paling penting dalam sebuah aplikasi atau website. Desain yang menggunakan gaya ini memiliki kesan tampilan yang bersih dan intuitif bagi pengguna. Gaya minimalis diadopsi dari dunia fashion dan kini banyak digunakan pada sebagian besar website modern.

Pada artikel ini, saya ingin berbagi beberapa tips desain untuk membangun user interface yang minimalis. Sebuah desain web yang berantakan menimbulkan rasa tidak nyaman di mata kebanyakan pengunjungnya. Terlalu banyak informasi yang berlebihan hanya akan membuat pengguna bosan. Tetapi dengan keseimbangan yang tepat Anda dapat membuat sebuah user interface yang luar biasa dan lebih mudah digunakan.

 

Rencana Kebutuhan

Ketika merancang sebuah mockup untuk layout website, pastikan untuk merencanakan setiap elemen yang akan ditampilkan di dalamnya. Sebuah interface yang bersih dan minimalis dapat meluangkan white space yang lebih banyak jika memang bermanfaat untuk mempermudah penggunanya.

Anda bisa mencoba membuat sketsa untuk menentukan komponen website yang harus ditampilkan. Tanyakan pada diri Anda apakah sebuah komponen benar-benar diperlukan dalam desain tersebut. Apakah Anda membutuhkan sebuah sidebar pada homepage?Apakah bagian tersebut harus memuat link-link yang memudahkan pengguna dalam menjelajahi website Anda? Tidak ada jawaban benar atau salah karena setiap website memiliki kebutuhan yang bermacam-macam.

Anda harus peka terhadap setiap elemen website, mana yang dirasa perlu dan mana yang tidak. Hal ini akan membuat membuat pekerjaan Anda jauh lebih mudah. Setiap elemen website, sekecil apapun itu harus masuk ke dalam perhitungan yang jeli.

 

Memanfaatkan Warna Dasar

Metode ini bukan merupakan langkah yang terlalu penting untuk diikuti tetapi setidaknya bisa membantu Anda dalam fase awal sebuah desain. Jika Anda memperhatikan website-website lain yang menggunakan gaya clean dan minimalis, Anda akan menemukan kebanyakan dari website tersebut menggunakan skema warna tertentu. Hitam, putih, dan abu-abu sangat umum digunakan dengan tambahan 1 atau 2 warna lainnya.

Ketika Anda mulai merancang atau bahkan dalam tahap wireframing, penggunaan skema warna yang sederhana dapat menghasilkan lebih banyak ruang untuk menambahkan fokus pada konten. Anda dapat mengubah atau menambahkan warna baru di kemudian hari, tetapi memusatkan perhatian pada interface yang bersih akan menunjukkan kesan profesional.

 

Gunakan Navigasi yang Sederhana

Kesederhanaan sangat berkaitan dengan konsep desain yang bersih dan minimalis. Pastikan semua teks pada halaman cukup besar dan mudah dibaca dari jarak yang jauh.

Link navigasi pada website juga harus sangat jelas dan mudah dipahami dengan hanya membacanya sekilas. Anda bisa menggunakan gaya tambahan seperti tab, toolbar, ataupun dropdown untuk navigasi tersebut. Gunakan sedikit warna atau tekstur tambahan sekadar untuk menambah estetika.

 

Hilangkan Bagian-bagian yang Berlebihan

Anda mungkin menemukan elemen yang ditempatkan secara berulang pada beberapa bagian dalam layout website. Dalam beberapa kasus, penggunaan elemen secara berulang dengan penempatan yang efektif akan bermanfaat bagi pengguna.

Tetapi terkadang ruang layout pada website Anda cenderung sempit dan tidak cukup untuk menampung banyak konten. Jika seperti ini,  Anda harus menampilkan elemen yang berbeda pada setiap bagian layout. Menyaring fitur-fitur yang berlebihan dan menggantinya dengan yang lebih bermanfaat akan menghadirkan pengalaman baru yang lebih nyaman pengunjung.

Semoga tips-tips di atas dapat membantu Anda yang sedang mencoba menggunakan gaya minimalis. Merancang antarmuka pengguna yang bersih sebenarnya tidak terlalu rumit. Anda harus menempatkan diri sebagai pengguna dan melihat website Anda dari perspektif mereka. Mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu sebelum Anda menemukan ide yang paling efektif untuk desain minimalis, tetapi saya yakin hasilnya sebanding dengan usaha Anda tersebut.

Sumber: http://webdesignledger.com

]]>
http://rumahdot.com/web-design/tips-mendesain-website-dengan-gaya-minimalis/feed/ 2
Prinsip Proxority pada Desain Website http://rumahdot.com/web-design/prinsip-proxority-pada-desain-website/ http://rumahdot.com/web-design/prinsip-proxority-pada-desain-website/#comments Fri, 08 Jun 2012 09:26:09 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24537 Dalam mendesain website, posisi elemen dan tata letak halaman web merupakan hal yang sangat penting. Begitu banyak teknik yang tersedia untuk membantu kita dalam mengatur layout, namun yang sering kita lupa adalah bahwa layout pada desain website sama pentingnya dengan estetika tampilan website itu sendiri.

Bagaimana Anda menentukan konten mana yang harus ditampilkan, dan bagaimana sebuah antarmuka yang bagus dapat meningkatkan readibility sebuah website? Inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Kita akan menguji teknik dasar yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan efektifitas konten, dan, karena tidak ada istilah yang lebih baik, kita akan menyebutnya sebagai prinsip proxority (merupakan gabungan dari kata “proximity” dan “priority”).

Komunikasi Melalui Desain

Kita sudah paham bahwa hubungan antar elemen pada sebuah website itu penting. Itulah mengapa ketika kita membuat desain, kita berpikir tentang struktur visual, keseimbangan visual, dan prinsip-prinsip lain yang mempengaruhi hubungan antara berbagai komponen dari suatu halaman web.

Jika konten website tidak terstruktur dengan baik, kemungkinan akan terjadi hal-hal sebagai berikut:

  • Informasi penting tidak tersampaikan dengan baik, cenderung terlewatkan oleh pengguna
  • Masalah pada interaksi dengan pengguna, website terkesan membingungkan
  • Accesibility website menurun, dan tidak efektif bagi screen reader.

 

Prinsip proxority, secara singkat, adalah bagaimana kita memprioritaskan suatu konten untuk memastikan bahwa materi yang paling relevan terlihat jelas dan baik, sehingga pengguna tertarik untuk membacanya. Prinsip ini memastikan bahwa semua konten penting yang terkait harus dikelompokkan, jika memungkinkan.

 

Prinsip Proxority pada Navigasi Website

Salah satu hal pertama yang kita lakukan ketika membuat arsitektur informasi dari sebuah website adalah untuk mengatur halaman dan link ke dalam satu struktur terpadu, setelah itu kita menambahkan kategori atau sub kategori jika dibutuhkan.

Teknik ini melahirkan konsep pemakaian menu drop-down dan alat bantu lainnya yang membantu kita untuk menyatukan bagian yang tidak memiliki proxority.

Jika Anda kesulitan untuk menentukan di mana sebuah elemen harus ditempatkan pada layout Anda, simak beberapa tips berikut ini:

Buatlah Rating untuk Setiap Elemen

Untuk mengidentifikasi setiap elemen dari halaman web mulai dari yang terpenting, kita perlu memeriksa setiap bagian pada layout, tidak peduli seberapa kecil elemen tersebut.

Sebuah logo harus dominan pada sebuah website. Ini merupakan salah satu contoh proxority.

Menilai elemen tersebut berdasarkan nilainya (menurut apa yang pengunjung Anda perlu tahu atau mungkin ingin tahu) dan nilai fungsional mereka (sesuai dengan kontribusi elemen tersebut untuk website, misal iklan).

Anda bisa menggunakan sistem penomoran seperti contoh berikut:

  • Tingkat 1 = Website tidak dapat berfungsi tanpa elemen ini.
  • Tingkat 2 = Elemen ini bermanfaat tetapi tidak terlalu penting.
  • Tingkat 3 = Elemen ini melengkapi atau menjelaskan konten lain.
  • Tingkat 4 = Elemen ini berlebihan dan hanya membuang ruang website.

 

Buang Elemen yang Tidak Perlu

Ketika Anda sudah melalui tahap di atas, periksalah hasilnya. Jika Anda menemukan konten, link atau elemen yang tidak lagi berguna atau tidak memberikan kontribusi apa-apa, hapus bagian tersebut.

Menghilangkan sebuah elemen dari layout mungkin tidak mudah, tetapi dengan mengurangi hal yang tidak penting, kita bisa meningkatkan user experience dari sebuah website.

Website ini menyusun informasi penting ke dalam bagian-bagian yang jelas untuk meningkatkan readibility.

Contoh Penggunaan Prinsip Proxority

Banyak website yang sudah menerapkan prinsip proxority yaitu dengan memperhatikan unsur priority (memberikan perhatian lebih ke elemen tertentu) dan proximity (menempatkan respon yang terjadi tepat di dekat elemen yang berinteraksi dengan pengguna saat itu) .

Di bawah ini adalah beberapa contoh penggunaan prinsip proxority. Dengan mengikuti metode yang serupa, Anda dapat menghindari kebingungan bagi pengguna dan meningkatkan efisiensi website Anda.

Menampilkan secara jelas fase-fase yang dilewati pada sebuah form berantai.

 

Menginformasikan error yang terjadi ketika pengunjung memasukkan data.

 

Penggunaan menu dropdown sebagai penerapan prinsip Proxority

]]>
http://rumahdot.com/web-design/prinsip-proxority-pada-desain-website/feed/ 3
Sekilas Tentang Skeuomorphic Design http://rumahdot.com/web-design/sekilas-tentang-skeuomorphic-design/ http://rumahdot.com/web-design/sekilas-tentang-skeuomorphic-design/#comments Sun, 03 Jun 2012 09:48:08 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24517 Dalam hal user interface, Skeuomorphic merupakan aplikasi yang didesain sedemikian rupa sehingga memiliki unsur-unsur yang terlihat atau berfungsi seperti aslinya. Misalnya merubah sebuah website agar menyerupai sebuah buku sehingga pengguna dapat merasa benar-benar ‘membaca’ website tersebut di dunia nyata. Gaya desain seperti ini telah digunakan oleh Apple sejak lama, tetapi akhir-akhir ini menjadi tren tersendiri pada dunia desain.

Artikel ini menampilkan beberapa contoh dari gaya desain Skeuomorphic, serta penjelasan tentang pro dan kontra dari tren tersebut. Berikut ini adalah beberapa aplikasi yang menggunakan gaya desain Skeuomorphic, berasal dari berbagai platform, termasuk desktop dan aplikasi iOS.

Apple iCal

Dengan dirilisnya OS X Lion, Apple memutuskan untuk membuat tampilan dan gaya antarmuka dari iPad Calendar ke versi desktop. Beberapa orang menyukainya, dan banyak juga yang tidak menyukai tampilan ini.

Propellerhead Reason

Reason 1.0 dirilis pada tahun 2000, dan tidak seperti DAW (Digital Audio Workstation) kebanyakan pada waktu itu, aplikasi ini menampilkan antarmuka yang sarat dengan gaya skeuomorphic. Bukan hanya tombol dan slidernya, tapi seluruh antarmukanya dibuat mirip dengan aslinya dan bahkan Anda bisa bermain dengan kabel virtualnya.

76 Synthesizer

76 Synthesizer bukanlah aplikasi pertama yang muncul di iPad dengan tampilan mirip synthesizer klasik dan instrumen lainnya. GarageBand dari Apple misalnya, hadir juga dengan tampilan bergaya skeuomorphic. Tetapi kami memilih 76 Synthesizer karena bisa dibilang antarmuka aplikasi ini adalah yang terbaik.

76 Synthesizer sangat nyaman untuk digunakan, dan hal yang tidak akan Anda dapatkan tanpa antarmuka bertekstur dan realistis.

Kelebihan Gaya Skeuomorphic

Berikut adalah daftar dari apa yang kita anggap sebagai nilai jual utama gaya skeuomorphic.

  • Interface Skeuomorphic Mudah Menjadi Familiar bagi Pengguna

    Setiap pengguna menginginkan kesan familiar ketika mereka melihat sebuah tampilan baru. Bayangkan saat Anda duduk di kokpit pesawat untuk pertama kalinya dan mencoba menerbangkan pesawat. Anda mungkin akan kebingungan, tetapi pilot yang terlatih dapat terbang dengan berbagai jenis pesawat karena mereka akrab dengan ruang kendali tersebut.

  • Kaya secara Visual dan Menarik

    Bila dibandingkan dengan desain minimalis, ada nilai lebih pada segi visual pada desain skeuomorphic, sehingga dapat menambah user experience yang sangat menarik.

  • Menunjukkan Perhatian terhadap Detail

    Sebuah antarmuka bergaya skeuomorphic yang baik, membutuhkan waktu dan kerja keras. Hasil akhirnya dapat membuat elemen terlihat realistis jika dibuat dengan memperhatikan detail.

Kelemahan Gaya Sekuomorphic

Untuk menyeimbangkan poin-poin di atas, berikut adalah kelemahan dari gaya skeuomorphic. Masalah yang dapat timbul ketika menggunakan gaya ini secara tidak benar, dan efek negatifnya kepada pengguna.

  • Interface Skeuomorphic kadang Menghambat Usability

    Kadang-kadang, menggunakan gaya skeuomorphic tidak selalu efisien bagi aplikasi Anda. Sebagai contoh sebuah aplikasi mungkin membutuhkan 3 hingga 4 kali sentuhan jari untuk sesuatu yang sebenarnya dapat dilakukan dengan sekali tekan.

  • Dapat Menghabiskan Ruang pada Layout Secara Berlebihan

    Desain Skeuomorphic yang memiliki gambar atau hiasan berlebihan pada dasarnya hanya membuang-buang tempat pada layar bagi beberapa pengguna, terutama bagi pengguna ponsel dengan layar sempit.

  • Berpotensi untuk Ketinggalan Jaman dalam Waktu Singkat

    Sama halnya pada bidang fashion. Semua antarmuka pengguna, tidak peduli semodern dan sekeren apapun aplikasi itu terlihat saat ini, akan terkesan tua dan ketinggalan jaman.

]]>
http://rumahdot.com/web-design/sekilas-tentang-skeuomorphic-design/feed/ 0
Tips Singkat untuk Tetap Fokus dan Produktif http://rumahdot.com/web-design/tips-singkat-untuk-tetap-fokus-dan-produktif/ http://rumahdot.com/web-design/tips-singkat-untuk-tetap-fokus-dan-produktif/#comments Tue, 29 May 2012 08:14:38 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24507 Beberapa desainer dan developer website mencintai pekerjaan karena mereka bisa bekerja dari rumah atau tempat lain yang mereka pilih. Tetapi bekerja di luar lingkungan kantor seperti pada umumnya, dapat menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tantangan yang paling signifikan adalah saat munculnya bermacam gangguan dan tidak ada yang membantu Anda tetap fokus.

 

Pada artikel ini kita akan menyimak sekilas tentang apa saja yang dapat Anda lakukan untuk tetap fokus dan produktif.

  1. Bekerja dengan To-Do List Setiap Hari

    Salah satu cara terbaik untuk tetap fokus pada pekerjaan adalah memiliki daftar khusus tentang apa saja yang perlu Anda selesaikan setiap hari. Tanpa to-do list, Anda akan sangat mudah mendapatkan gangguan dan membuang waktu untuk hal yang tidak penting. Sedangkan, dengan to-do list Anda akan tahu persis apa yang perlu Anda lakukan setiap hari. Kebanyakan dari kita akan cenderung tidak suka meninggalkan beberapa tugas yang tak terselesaikan sesuai to-do list, sehingga hal ini juga berfungsi sebagai motivasi untuk tetap fokus pada tugas dan menyelesaikannya.

     

  2. Selesaikan Tugas-Tugas Mudah pada To-Do List Terlebih Dahulu

    Untuk yang satu ini, mungkin tergantung pribadi masing-masing, tapi bagi saya ini merupakan salah satu hal paling penting yang saya dapat lakukan untuk tetap fokus. Setiap hari biasanya terdapat beberapa pekerjaan yang akan menghabiskan hampir satu hari penuh, dan ada juga beberapa tugas yang lebih kecil dan bisa dilakukan dalam hitungan menit. Ketika saya melihat daftar agenda dan menemukan bahwa beberapa tugas telah terselesaikan, saya merasa ada kemajuan pada hari itu sehingga lebih mudah untuk tetap fokus. Ketika saya menunda untuk menyelesaikannya, kadang-kadang tugas-tugas kecil itu bisa mengganggu dan terlihat ‘menakutkan’. Saya lebih suka mengurus hal-hal yang lebih mudah di pagi hari sehingga kemudian saya bisa fokus sepenuhnya pada tugas-tugas yang lebih besar tanpa gangguan.

     

  3. Tetap Realistis pada Hasil Pekerjaan Setiap Hari

    Begitu banyak yang dapat Anda selesaikan dalam satu hari, tetapi jika Anda berlebihan memasukkan tugas pada to-do list Anda, hai ini justru akan mengakibatkan stres sepanjang hari sehingga mungkin Anda tidak akan mendapatkan performa kerja terbaik karena merasa terburu-buru. Sebaliknya, jika Anda mengatur to-do list Anda secara realistis dan tidak berlebihan, Anda bisa lebih fokus pada kualitas terbaik Anda dalam melakukan pekerjaan.

     

  4. Selesaikan Pekerjaan Sebelum Deadline, Jika Memungkinkan

    Bekerja pada deadline yang ketat dapat mengganggu fokus Anda karena beberapa hal. Pertama, jika Anda lebih banyak memikirkan deadline daripada detail sebuah pekerjaan, hal ini bisa membuat pekerjaan Anda berantakan. Kedua, jika deadline telah di depan mata, Anda akan kebingungan dalam bekerja karena terburu-buru untuk memenuhi deadline tersebut. Bila Anda tidak bekerja dengan deadline yang ketat, Anda akan memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk memilih apa yang akan Anda kerjakan setiap hari, dan memungkinkan Anda untuk menggunakan waktu sesuai yang Anda inginkan.

    Anda tidak selalu bisa menghindari deadline yang ketat, tetapi hal ini bisa menjadi kebiasaan yang baik untuk bekerja lebih cepat dari deadline, bila memungkinkan.

     

  5. Matikan Handphone

    Hal ini mungkin terkesan berlebihan bagi beberapa orang, tetapi handphone dapat menjadi pengalih perhatian tidak hanya ketika Anda menerima panggilan. Kebanyakan orang menerima dan mengirim beberapa SMS setiap hari. Dengan mematikan handphone, Anda tidak akan terganggu dengan pemberitahuan SMS baru, dan hal-hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi Anda. Mematikan handphone untuk sementara waktu jelas membantu menghilangkan gangguan untuk fokus pada pekerjaan.

     

  6. Kurangi Kebiasaan Multi-Tasking

    Multi-tasking adalah salah satu hal yang kebanyakan dari kita seakan telah diprogram untuk melakukannya, dan sering dianggap sebagai suatu kelebihan. Masalahnya adalah ketika melakukan multi-tasking Anda tidak fokus pada satu hal, dan pekerjaan Anda biasanya akan terganggu. Alih-alih mencoba melakukan beberapa hal sekaligus, fokus pada satu hal pada suatu waktu dan bekerja dengan to-do list seperti yang telah tips sebelumnya, akan membantu Anda untuk menyelesaikan sesuatu lebih cepat dengan kualitas kerja yang lebih baik.

     

  7. Sediakan Ruang Kerja yang Nyaman

    Lingkungan kerja memiliki banyak pengaruh pada fokus pekerjaan Anda. Jika Anda bekerja dari rumah pastikan bahwa Anda memiliki ruang khusus untuk bekerja. Jika Anda tidak memiliki ruang khusus sebagai kantor Anda, pastikan setidaknya tempat yang Anda gunakan untuk bekerja memiliki meja dan siapkan satu bagian tersendiri pada tempat tersebut untuk ruang kerja Anda. Ruang kerja ini harus nyaman dan lebih bagus jika terletak pada tempat yang lebih tenang.

     

  8. Istirahat yang Cukup

    Bekerja terlalu lama tanpa istirahat akan menyebabkan fokus semakin berkurang. Ambil 5 hingga 10 menit untuk meregangkan kaki Anda, mencari udara segar, atau mengambil minuman untuk membantu meningkatkan kinerja. Istirahat biasanya tidak perlu lama untuk menghilangkan penat.

Semoga bermanfaat :)

Sumber: http://vandelaydesign.com

]]>
http://rumahdot.com/web-design/tips-singkat-untuk-tetap-fokus-dan-produktif/feed/ 1
3 Cara Mudah Membuat Halaman 404 Lebih Efektif http://rumahdot.com/web-design/3-cara-mudah-membuat-halaman-404-lebih-efektif/ http://rumahdot.com/web-design/3-cara-mudah-membuat-halaman-404-lebih-efektif/#comments Sat, 19 May 2012 01:34:06 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24484 Halaman 404 merupakan bagian berharga dari pada website Anda. Jadi, mengapa Anda membuang kesempatan emas untuk mengarahkan pengunjung ke konten terbaik dalam website Anda dengan pesan sederhana semisal “Halaman tidak ditemukan”?

Secara umum, halaman 404 terdapat di setiap website dengan tujuan yang sama, memberitahu pengunjung bahwa konten yang mereka cari tidak dapat ditemukan. Situasi ini dapat terjadi karena sejumlah alasan. Pengunjung mungkin saja mengetik alamat URL yang tidak benar atau mungkin juga sedang membuka halaman yang telah dipindahkan atau dihapus. Dalam kebanyakan kasus, halaman 404 berisi pesan yang menyatakan bahwa konten yang diminta tidak dapat ditemukan.

Tapi ada cara yang lebih efektif yang bisa dimanfaatkan pada halaman ini. Simak tips penggunaan halaman 404 yang menarik dan user-friendly berikut ini:

1. Gunakan widget Google.

Salah satu cara mudah untuk meningkatkan fungsi halaman 404 Anda adalah dengan Google Webmaster Tools widget 404. Untuk menggunakan fitur ini, salin kode di bawah ini dan letakkan di template halaman 404 Anda:

<script>
  var GOOG_FIXURL_LANG = 'en';
  var GOOG_FIXURL_SITE = 'http://www.example.com'
</ Script>
<script  src = "http://linkhelp.clients.google.com/tbproxy/lh/wm/fixurl.js">
</ Script>


Setelah menambahkan kode di atas, Google secara otomatis akan menangani form pencarian pada halaman tersebut. Dari sisi visual, widget 404 Google tidak begitu menarik. Tetapi karena mudah diinstal, solusi ini bisa jadi alternatif yang tidak merepotkan untuk halaman 404.

2. Rekomendasikan link menuju konten lain yang menarik

Jika widget Google tidak cocok, Anda dapat menyesuaikan halaman 404 Anda dengan memasukkan gambar atau teks yang mewakili brand Anda, serta memberikan informasi relevan yang berguna bagi pengunjung.

Anda dapat memasukkan daftar link menuju konten-konten populer pada situs Anda. Untuk menentukan halaman mana yang paling sering dilihat, gunakan Google Analytics atau aplikasi statistik website lainnya. Dengan begitu, meskipun pengunjung tidak menemukan konten yang dicari, setidaknya mereka bisa mendapati konten lain yang cukup menarik sehingga membuat mereka betah berada pada website Anda.

3. Mengurangi kemungkinan terjadinya error 404.

Perlu diingat bahwa tidak peduli berapa banyak Anda memperbaiki halaman 404 Anda, hal ini masih menjadi satu kelemahan jika dilihat dari perspektif pengunjung yang bisa saja merasa frustrasi karenanya. Bahkan jika pengunjung telah menemukan halaman yang dia inginkan melalui form pencarian pada halaman 404 tersebut, mereka mungkin merasa kerepotan dan bosan.

Langkah pertama untuk membantu meminimalisir error 404 adalah dengan mencari link-link yang sudah tidak terpakai dan bisa memicu error 404. Anda bisa mencoba aplikasi seperti “Broken Link Checker” yang membantu mendeteksi link-link yang rusak pada website Anda. Atau jika Anda menggunakan wordpress, bisa juga mencoba plugin semisal Broken Link Checker ini.

Tapi apa yang harus Anda lakukan jika statistik website menunjukkan bahwa beberapa pengunjung mendapati halaman 404 dari link yang rusak dari website orang lain?

Jika memungkinkan, Anda perlu menghubungi web master situs tersebut dan meminta untuk memperbaiki link menuju website Anda. Jika itu tidak memungkinkan, Anda dapat mengatur 301 redirect di website Anda. Redirect otomatis ini dapat mentransfer semua lalu lintas masuk dari link yang rusak di website menuju satu halaman yang telah ditentukan.

]]>
http://rumahdot.com/web-design/3-cara-mudah-membuat-halaman-404-lebih-efektif/feed/ 5
Waspadai Penyakit “User Designer” http://rumahdot.com/web-design/waspadai-penyakit-user-designer/ http://rumahdot.com/web-design/waspadai-penyakit-user-designer/#comments Wed, 16 May 2012 07:42:27 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24450

Perlu diperhatikan oleh para pemula yang ingin berkecimpung dalam dunia web design, hanya karena Anda tahu cara menggunakan Photoshop, Illustrator atau Indesign dengan sangat baik, tidak otomatis menjadikan Anda seorang desainer.

Terkadang, banyak dari kita terlalu banyak mengandalkan alat/software dan melupakan apa yang sebenarnya membuat desain itu berkualitas. Desainer yang benar-benar hebat tidak berada pada posisi pengguna. Bagi mereka, proses desain telah dimulai jauh sebelum mereka membuka Photoshop.

Penyakit “User Designer”

Penyakit ini biasanya menginfeksi para desainer pemula: desainer yang baru lulus kuliah atau pertama kali bekerja dalam bidang ini. Mereka memulai karir sebagai desainer tipe “pengguna” dengan mempelajari bagaimana menggunakan sebuah peralatan desain dan mulai ketergantungan pada alat-alat tersebut. Mereka mulai menyadari bahwa aplikasi tersebut dapat melakukan begitu banyak hal, dan mulai meninggalkan buku sketsanya. Setiap kali datang ide kreatif, mereka segera membuka Photoshop dan mulai memainkan ide tersebut dengannya.

Penyakit semacam ini merupakan pembunuh para desainer. Pembunuh keterampilan dan yang paling penting adalah sebagai pembunuh imajinasi. Tetapi terkadang, ibarat cacar air, penyakit “user designer” ini seolah menjadi sesuatu yang harus dialami setiap orang setidaknya sekali dalam hidupnya. Begitu juga dengan para desainer yang tak dapat dipungkiri, banyak mengalami hal seperti ini pada masa awal terjun ke dalam dunia desain.

Efek Penyakit “User Designer”

Menjadi seorang desainer hebat tidak berarti kita hanya belajar bagaimana menggunakan peralatan desain, melainkan harus mampu membuat karya yang bagus tanpa tergantung pada satu jenis peralatan saja. Sering kali kemahiran kita dalam menggunakan sebuah tool desain seakan menjadi penopang bagi kita, sangat membantu, tetapi kadang menghambat perkembangan skill kita sendiri.
Ada beberapa efek buruk jika membiarkan diri pada ketergantungan untuk menggunakan sebuah aplikasi sebagai alat bantu utama, alias, menjadi “user designer“.

Efek yang paling jelas adalah hilangnya fleksibilitas dan daya imajinasi. Ketika Anda mulai menggunakan sebuah aplikasi sebagai alat bantu utama dan membiarkannya mengambil alih proses kreatif Anda, saat itulah Anda mulai membatasi ekspresi dengan apa yang hanya mampu  Anda lakukan dalam aplikasi tersebut.

Desain yang sesungguhnya adalah tidak terbatas pada bagaimana Anda dapat membuat sesuatu di Illustrator atau Photoshop, melainkan mengacu pada keberhasilan informasi atau tujuan yang disampaikan oleh desain tersebut dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna (atau klien).

Efek lainnya yang juga cukup mengerikan dari penyakit “user designer” ini adalah kecenderungan untuk menjadi “desainer imitasi”. Alih-alih mencari solusi desain yang cerdas untuk klien Anda, akan selalu berpikir bahwa jauh lebih mudah untuk menyalin sebuah website terkenal lalu dengan menggunakan keahlian Photoshop-nya, mereka membuat karya yang serupa dan cenderung menjiplak.

Cara Mengobati

Jika Anda merasakan gejala penyakit “user designer” pada diri Anda, jangan khawatir, ada obatnya. Tergantung pada seberapa jauh penyakit ini telah menyebar pada diri Anda, bisa saja Anda memerlukan proses yang panjang dan sulit untuk pemulihannya. Cara terbaik untuk terbebas dari penyakit ini adalah terus belajar cari kekuatan serta kelemahan Anda dalam bidang desain. Perlu waktu, energi dan yang paling penting kemampuan kita untuk terbuka terhadap ide-ide baru.

Mengatasi ketergantungan berlebih pada software desain dan kecenderungan untuk menjiplak tren yang sedang populer, dapat dimulai dengan kembali pada konsep-konsep dasar berikut:

  • memahami prinsip-prinsip dalam desain / elemen-elemen di dalamnya
  • pemahaman terhadap apa yang membuat sebuah desain terlihat baik atau buruk
  • selalu mencoba hal yang baru; dan jika perlu, Anda harus mengalami kegagalan agar dapat belajar darinya
  • jangan pernah menyalin/mencontek sebuah karya, melainkan mencari inspirasi dari karya orang lain tersebut

Mahir dalam menggunakan software desain bukan sesuatu yang buruk, saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak harus menghabiskan waktu untuk mempelajari keunggulan yang dapat dimanfaatkan pada sebuah aplikasi. Tapi berhati-hatilah dengannya, jangan biarkan aplikasi-aplikasi tersebut mulai membangun ketergantungan, jadikanlah peralatan tersebut sebagai bagian kecil dari proses kreatif Anda.

Sumber: http://tympanus.net

]]>
http://rumahdot.com/web-design/waspadai-penyakit-user-designer/feed/ 2
Saat Website Anda Memerlukan Redesain http://rumahdot.com/web-design/saat-website-anda-memerlukan-redesain/ http://rumahdot.com/web-design/saat-website-anda-memerlukan-redesain/#comments Sat, 12 May 2012 02:27:56 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24441 Mendesain ulang website seakan menjadi tren di internet akhir-akhir ini. Sebagai pemilik website, Anda pun tentu harus menyesuaikannya dengan teknologi yang selalu berkembang setiap waktu. Ketika Anda merasa bahwa pesaing memiliki keunggulan di atas kita, redesain website Anda merupakan cara yang bagus untuk menarik lebih banyak pengunjung. Tapi muncul sebuah pertanyaan, apakah Abda benar-benar memerlukan redesain website tersebut?

Pastikan Bahwa Redesain Merupakan Pilihan Terakhir Anda

Mendesain ulang website Anda mungkin saja memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga ada banyak faktor yang harus Anda pertimbangkan ketika melakukan redesain website. Jadi pastikan apakah redesain website tersebut merupakan suatu keharusan atau apakah redesain tersebut hanya akan menjadi sesuatu yang tidak perlu tanpa hasil yang nyata.

Mengapa Perlu Redesain Website?

Tidak dapat dipungkiri bahwa Anda telah mengeluarkan banyak tenaga, waktu, dan uang untuk desain website Anda yang sekarang. Jadi, Anda hanya akan melakukan redesain website, saat Anda benar-benar merasa bahwa website tersebut memerlukan perbaikan visual karena mungkin pengunjung membutuhkan sesuatu yang baru dari segi visual. Dan perlu diingat bahwa tujuan mendesain ulang website sejatinya adalah untuk pengguna / pengunjung, maka dari itu pastikan bahwa mereka selalu menjadi pertimbangan utama Anda ketika merancang atau mendesain ulang sebuah website.

Tips Redesain Website

Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda meredesain ulang website:

  • Untuk website berbasis komunitas, Anda bisa melibatkan pengguna dalam proses redesain website, baik melalui feedback dari mereka atau dengan mengadakan sebuah polling tentang kesan mereka pada redesain website Anda.
  • Menjaga elemen utama website Anda berada pada tempat yang sama merupakan cara terbaik untuk memastikan pengguna tidak akan menemukan kesulitan, terutama untuk sistem navigasi website.
  • Luncurkan versi beta! Hal ini memungkinkan pengguna untuk menguji website Anda, dan akan memberi gambaran tentang redesain website itu sendiri.Sediakan sarana untuk memberikan umpan balik sehingga Anda dapat memperbaiki website tersebut seperti yang Anda inginkan dan tetap familiar untuk pengunjung setia website Anda.
  • Jangan melakukan perubahan signifikan sekaligus. Masih ingat ketika facebook mengubah tata letak mereka dan banyak pengguna mereka menginginkan kembali ke layout yang lama? Anda harus memastikan pengguna untuk terbiasa dengan layout baru dengan membiarkan mereka menggunakan layout lama untuk jangka waktu tertentu. Baru kemudian secara perlahan lakukan perubahan bertahap pada proses redesain tersebut.
  • Beri penjelasan tentang redesain website Anda kepada pengguna. Sebelum mengubah website Anda secara keseluruhan, beritahu alasan Anda tentang perlunya redesain website tersebut kepada pengguna.
  • Sediakan panduan untuk pengguna / pengunjung. Terutama jika Anda membuat perubahan besar-besaran, bantu pengguna Anda untuk belajar menggunakan website yang baru. Baik melalui sebuah tutorial dalam bentuk teks maupun video.
  • Jika setelah Anda melakukan perubahan website dan ternyata gagal mencapai tujuan utama Anda, tidak ada salahnya untuk kembali menggunakan format dan layout website Anda yang lama. Apalagi jika banyak terjadi keluhan negatif dari pengguna tentang redesain tersebut.
  • Untuk tips redesain yang lebih mendalam bagi para web desainer bisa disimak juga pada artikel Tips dalam Me-redesain Website

Mendesain sebuah website bukan merupakan hal yang mudah dan begitu juga dengan proses redesain-nya. Merupakan hal yang sangat baik untuk meminta pendapat orang yang peduli dengan website Anda, yang tidak lain adalah pengunjungnya sendiri. Dengan begitu, Anda bisa melihat apakah redesain website memang diperlukan. Jika ya, minta pendapat mereka lagi tentang perubahan apa yang perlu dilakukan. Jika hal ini dilakukan dengan baik, tentu saja pengunjung website Anda akan menjadi pengguna setia dan pada akhirnya akan mengundang lebih banyak pengguna.

]]>
http://rumahdot.com/web-design/saat-website-anda-memerlukan-redesain/feed/ 0
Panduan Singkat untuk Maintenance Website http://rumahdot.com/web-design/panduan-singkat-untuk-maintenance-website/ http://rumahdot.com/web-design/panduan-singkat-untuk-maintenance-website/#comments Wed, 09 May 2012 09:43:44 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24410 Salah satu keuntungan dari media online adalah kemampuan untuk memodifikasi, memperbarui dan memperbaiki konten setiap saat, tanpa memerlukan banyak biaya. Artikel ini membahas tentang apa saja yang harus dilakukan oleh pengelola website untuk menjaga situs mereka tetap relevan dengan tren terkini, dan mudah diakses, setelah beberapa waktu dari peluncuran awal. Panduan ini bukan semata-mata tentang memperbarui konten umum sebuah website atau dari sisi visual saja, melainkan juga beberapa tips untuk maintenance website yang lebih baik.

Gambar: gibraltardatabases.com

1. Pastikan Konten Website untuk Selalu Rapi dan Diperbarui Secara Teratur

Ketika sebuah website telah memiliki ratusan atau bahkan ribuan halaman konten, kadang banyak bagian dari konten tersebut yang ketinggalan zaman. Selama proses maintenance, Anda harus memeriksa secara berkala isi statis dari sebuah website yang mungkin memerlukan koreksi atau update. Untuk konten semisal berita, Anda tidak perlu memperbaruinya karena memang sudah sepantasnya konten tersebut menjadi usang. Tetapi sebuah website mungkin juga mengandung artikel yang selalu dibutuhkan sepanjang masa, tanpa ada jangka waktu untuk menjadi usang. Untuk konten seperti itu, solusi terbaik adalah dengan memasukannya pada kategori khusus. Sebagai web developer, proses maintenance konten mungkin tidak termasuk dalam tanggung jawab Anda, tetapi jika Anda memiliki blog pribadi, pemeliharaan konten harus selalu dilakukan pada maintenance rutin.

  • Kebijakan Privasi, Ketentuan Layanan dan Syarat & Kondisi: Masalah hukum bisa saja timbul jika hal-hal yang disebutkan dalam kebijakan privasi tidak lagi mencerminkan standar perusahaan saat ini. Kajian berkala atas dokumen hukum harus menjadi bagian penting dari maintenance rutin Anda.
  • Dokumentasi Software: Dokumentasi untuk produk atau jasa harus diperbarui secara berkala berdasarkan versi software terbaru atau perbaikan bug yang dilakukan. Jika memungkinkan, jadwal maintenance harus mencakup perubahan berkala, koreksi dan update pada dokumentasi tersebut, baik untuk format online dan offline-nya.
  • Rawat blog Anda: Jika Anda mengundang pembaca untuk berpartisipasi lebih aktif diblog Anda, Anda harus memastikan bahwa berita, artikel atau posting blog tidak memiliki komentar spam. Seringkali, Anda perlu secara manual menghapus komentar yang berisi link ke website yang mencurigakan. Selain itu, perlu juga untuk mempertimbangkan kembali tag yang Anda gunakan. Beberapa tag dapat dimodifikasi atau diubah untuk lebih relevan pada tema artikel Anda. Dan mungkin juga Anda perlu menonaktifkan komentar untuk artikel-artikel yang memiliki traffic tinggi, untuk menghindari komentar spam.

2. Pengujian Kompatibilitas Browser

 

Gambar: efflux.co.in

Pastikan bahwa semua bagian dari website Anda berjaan dengan benar pada berbagai macam browser. Tugas ini harus dimasukkan dalam rutinitas maintenance Anda. Perlu diingat juga bahwa kode HTML yang semantik dapat memudahkan kita dalam hal kompatibilitas browser. Anda mungkin perlu menguji secara manual misalnya untuk versi terbaru dari IE, Firefox, Opera, Chrome dan Safari. Jangan lupa juga untuk menguji website Anda secara teratur pada OS yang berbeda, setelah melakukan perubahan pada kode dan isinya. Situs Anda mungkin bekerja dengan baik dengan Safari versi Windows, tetapi tidak begitu baik dengan Safari pada Mac.

3. Mengevaluasi dan Memvalidasi Kode Sesuai Web Standards

Biasanya, proses maintenance juga mencakup pengujian untuk validasi halaman website, terutama setelah memperbarui atau menambah konten website. Validasi ini meliputi kode styling CSS dan juga markup HTML.

Markup HTML yang ‘ringan’ dan ‘bersih’.

Periksa apakah pada elemen website Anda terdapat kode yang dapat disederhanakan. Seorang web developer kadang menderita penyakit yang disebut”Divitis”, yaitu kecenderungan untuk menggunakan <div> berlebihan atau tidak tepat. Dalam beberapa kasus, Anda dapat menghapus beberapa tag <div> tersebut jika memang tidak diperlukan. Tag <div> memang sering diperlukan dalam kode HTML Anda. Tapi pada umumnya, kode yang dirancang dengan baik akan tetap fleksibel tanpa banyak menggunakan tag <div>.

Selain itu perlu diperhatikan juga tentang penggunaan atribut. Apa yang terjadi jika Anda memiliki terlalu banyak atribut dalam kode Anda? Markup HTML akan lebih mudah untuk dikelola dan terlihat lebih bersih jika Anda menghindari penggunaan id dan class  yang berlebihan. Dengan menggunakan teknik inheritance pada CSS, Anda tidak perlu menargetkan setiap elemen pada kode HTML untuk mengatur tampilannya. Hal ini akan membuat kode Anda jauh lebih mudah dikelola.

Gambar: smashingmagazine.com

Memperbaiki kode Javascript

Jika Anda banyak menggunakan custom JavaScript, terutama jika Anda menggabungkannya dengan beberapa library JavaScript, perbaikan dan optimisasi Javascript tentu sangat bermanfaat agar bisa berjalan dengan sempurna.

Optimisasi Kode CSS

Setelah melalui beberapa proses development yang berkelanjutan, kode CSS bisa menjadi terlalu besar, mungkin juga sulit dibaca dan dikelola. Jika Anda memiliki pemahaman kuat tentang konsep CSS, semua penambahan atau perbaikan CSS yang diperlukan di masa mendatang tentu dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dengan banyaknya kode CSS yang ada, terkadang akan terjadi redudansi yang bisa menghambat kinerja website itu sendiri.

Sebelum mengoptimalkan kode CSS, Anda harus yakin bahwa kode CSS tersebut valid. Bug pada kode CSS dapat menimbulkan masalah yang tidak diinginkan jika Anda memutuskan untuk melakukan optimisasi secara otomatis menggunakan tool.

Anda bisa juga secara manual mengoptimalkan kode CSS untuk memperkecil kesalahan dan masalah yang timbul jika menggunakan metode otomatis. Anda dapat menggabungkan beberapa kode CSS untuk mengurangi HTTP request yang tidak perlu. Selain itu, Anda mungkin bisa mengubah nama id atau class agar lebih efektif. (Sebagai contoh, menggunakan ”promo-box” sebagai nama class lebih tepat dibandingkan dengan “red-box” karena warna bisa saja berubah sesuai kebutuhan).

4. Meningkatkan Aksesibilitas

Jika Anda telah memvalidasi markup dengan benar dan menggunakan teknik yang baik dalam development sebuah website, maka kemungkinan besar, konten website Anda dapat diakses oleh mereka yang mengunjungi situs tersebut menggunakan teknologi bantu seperti screen reader. Tapi karena konten yang terus diupdate juga dapat mempengaruhi, maka evaluasi aksesibilitas sebuah website harus disertakan dalam jadwal maintenance.

Mengevaluasi Akses Mobile

Masih banyak pemilik website yang enggan mengembangkan versi mobile dari situsnya, baik untuk menghemat waktu dan juga karena banyak perangkat mobile terkini yang cukup handal dalam menampilkan website sesuai versi desktop-nya. Meskipun demikian, itu saja bukan jaminan. Anda harus tetap menguji situs Anda dengan menggunakan mobile browser populer dan platform terkini, seperti Chrome di Android dan Safari di IOS.

Jika versi mobile Anda sudah berjalan dengan baik, Anda dapat terus melakukan evaluasi pada konten terkini dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

5. Meningkatkan SEO

Sebagai admin website, Anda mungkin tidak terlalu mahir pada tugas yang berhubungan dengan SEO. Namun, jika itu adalah proyek pribadi, Anda bisa melakukannya sendiri.

Kode semantik dan terstruktur dengan baik secara otomatis mendapatkan banyak manfaat pada SEO, bahkan jika Anda menggunakan teknik optimasi biasa. Seiring berjalannya waktu, penggabungan dari berbagai metode optimasi dapat meningkatkan peringkat situs Anda.

Secara umum pada optimasi SEO secara onsite bisa dilakukan dengan perbaikan pada frase kata kunci, deskripsi meta dan tag title yang harus dilakukan secara teratur, seiring dengan berkembangnya website tersebut. Jangan lupa juga untuk mengoptimalkan judul halaman web dan struktur link internalnya.

Kesimpulan

Membiarkan website Anda begitu saja, beberapa waktu setelah peluncuran awal adalah seperti dengan membeli mobil baru tanpa mengganti olinya, yang akhirnya, mobil Anda akan mengalami kerusakan mesin.

Pemeliharaan situs secara berkala sangat berperan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang dari website Anda.

]]>
http://rumahdot.com/web-design/panduan-singkat-untuk-maintenance-website/feed/ 0
Style Tiles untuk Desainer Website http://rumahdot.com/web-design/style-tiles-untuk-desainer-website/ http://rumahdot.com/web-design/style-tiles-untuk-desainer-website/#comments Tue, 01 May 2012 09:58:16 +0000 Natha Fatima http://rumahdot.com/?p=24395 Style Tiles menghadirkan cara baru yang lebih produktif dalam proses desain. Teknik ini memungkinkan Anda untuk fokus pada feel sebuah desain tanpa dipengaruhi oleh tata letak desain tersebut.

Artikel ini akan menjelaskan secara sekilas tentang apa itu Style Tiles, mengapa Anda harus menggunakannya dan bagaimana memasukkannya ke dalam proses desain Anda. Simak dengan seksama karena boleh jadi teknik ini akan mengubah cara Anda mendesain website selama ini.

 

Apa Sih Style Tiles itu?

Style Tiles merupakan sebuah cara untuk mengembangkan identitas visual sebuah website, tanpa proses yang rumit seperti pada tahap pembuatan mockup. Ide tersebut berasal dari Samantha Warren,seorang desainer yang sangat berbakat dan blogger di Badass Ideas.

Berikut salah satu contoh yang diambil dari Style Tiles:

 

Jika Anda berjiwa desainer, dengan gambar di atas, Anda akan dapat segera melihat kegunaan dari alat ini. Sangat sederhana dan sangat membantu. Banyak keputusan penting telah dibuat pada tahap ini, baik tentang tipografi, styling warna tombol dan sebagainya. Jika kita membuat sebuah website berdasarkan teknik ini, akan banyak muncul ide yang kuat tentang gaya visual yang akan kita capai.

 

Berkebalikan dengan Konsep Wireframe

Pada websitenya dijelaskan, Style Tiles berada di antara konsep Mood Board, yang terlalu samar, dengan konsep mockup, yang terlalu tepat. Tetapi secara sederhana, kita bisa menganggapnya sebagai sisi lain dari wireframes.

Coba Anda pikirkan sejenak, tujuan wireframes adalah fokus pada tata letak website. Anda hanya berpikir tentang bagaimana sebuah website akan disusun, berapa rasio ukuran antara elemen satu dengan lainnya, dan sebagainya. Menggunakan wireframe yang sederhana memungkinkan Anda untuk secara cepat mengembangkan banyak ide, karena Anda tidak terganggu oleh hal-hal seperti pilihan warna, pola background, tipografi, maupun komposisi gambar.

Style tile merupakan kebalikan dari konsep tersebut, yang berarti menjadi pelengkap sempurna untuk proses ini. Di sini Anda bisa menyimpan dulu ide-ide tentang tata letak dan benar-benar fokus pada apa yang disebut sebagai “brand feel”, yaitu keputusan-keputusan pada desain yang akan memberikan identitas unik pada sebuah website.

 

Mengapa Anda Harus Menggunakan Style Tiles?

Setelah Anda memahami konsep dari Style Tiles, mari kita membahas beberapa alasan utama yang harus Anda pertimbangkan untuk menggabungkannya ke dalam alur kerja Anda.

Mempercepat Pengembangan Ide-ide Visual

Alasan pertama yang membuat Style Tiles ini keren adalah, Anda bisa menerapkan konsep ini dalam waktu yang relatif singkat. Sebuah mockup mungkin bisa menghabiskan berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menyelesaikannya, sedangkan dengan Styles Tiles hanya memerlukan  ide-ide yang relatif lebih kecil tapi penting, yang akan diterapkan nanti pada  porsi yang lebih besar pada tahap selanjutnya.

Hal ini berarti Anda dapat dengan mudah membuat tiga hingga lima ide yang unik untuk sebuah website, kemudian kita bisa mengambil bagian-bagian yang paling bagus atau bisa juga dengan konsep mix match dari setiap Style Tiles tersebut untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

 

Feedback Klien Dapat Diterapkan dengan Lebih Mudah

Dengan Style Tiles, Anda mengikutsertakan klien pada tahap awal dalam proses desain. Tunjukkan kepada mereka beberapa Style Tile yang berbeda dan mereka akan segera mendapat gambaran awal dari konsep desain nantinya.

Pada tahap ini, kita bisa dengan sangat mudah untuk membuat perubahan kecil atau perubahan besar sekalipun, tanpa merasa sudah menyia-nyiakan banyak waktu dan anggaran.

 

Merupakan Alternatif Sempurna untuk Konsep Desain yang Responsive

Seiring dengan makin populernya desain yang responsive, para desainer, mau tidak mau harus memikirkan kembali alur kerja mereka. 

Sebagai alternatif, Style Tiles memungkinkan Anda untuk menentukan tampilan elemen website tanpa khawatir tentang ukuran perangkat tertentu. Setelah Anda mendapatkan konsep visual yang matang, Anda dapat dengan mudah menerapkannya pada desain yang responsive.

 

Anda tertarik untuk menggunakan konsep ini pada proses desain? Silakan mempelajari lebih dalam tentang Style Tiles di http://styletil.es/

]]>
http://rumahdot.com/web-design/style-tiles-untuk-desainer-website/feed/ 6