Berinternet Sehat Aman dengan Karya Positif
Berinternet Sehat Aman dengan Karya Positif Internet sangat kaya akan informasi dan pengetahuan. Namun selain konten positif, juga banyak tersedia konten-konten negatif di dalamnya. Jika tak mengenali dan mengontrol diri, bisa-bisa internet bisa menjadi perusak kelakuan dan moral.
Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indonesia menggelar program Internet Sehat Aman (Insan) Goes to Campus. Program yang sudah berjalan di beberapa kota besar seperti Bandung, Semarang, tersebut Jumat, 26 Desember 2010 kemarin digelar di Surabaya. Program Insan Goes to Campus digelar di kampus PENS ITS Surabaya kali ini dalam format seminar.
Seminar yang bertema “Manfaat dan Bahaya Internet” tersebut menghadirkan Igor Saykoji, M. Andy Zaky, dan Budi Setiawan (Bukik). Lebih dari 200 peserta dari siswa dan guru SMA/SMK di Surabaya mengikuti seminar tersebut.
Seminar dibuka oleh Direktur PENS-ITS, Ir. Dadet Pramadihanto,M Eng, PhD. Kemudian dilanjutkan kata sambutan dari Direktur Pemberdayaan Telematika Kemenkominfo, Bambang Soeprijanto, SH, MSc.
Presentasi pertama dari M. Andy Zaky. Dalam presentasinya M. Andy Zaky Direktur Eksekutif MIKTI mengenalkan dua maskot Insan, yaitu Iman (internet aman) dan Ines (internet sehat). Zaky menunjukkan beberapa hal yang perlu dihindari dari internet. Selain itu, Zaky juga memperlihatkan pula berbagai macam konten yang bermanfaat.
Zaky memperlihatkan beberapa video tentang bahaya mengunggah gambar pribadi yang tidak senonoh di internet dan penipuan dengan karakter fiktif. Zaky menyarankan agar mengecek terlebih dahulu segala informasi yang ada di internet dengan benar. Carilah situs-situs yang terpercaya untuk mendapatkan info yang sebenarnya. Jika perlu, pasang aplikasi nawala di koneksi internet Anda. Nawala bisa didapatkan di nawala.org.
Selanjutnya Igor Saykoji berbicara di depan peserta. Igor merupakan duta Insan, menceritakan pengalamannya dalam memanfaatkan internet untuk berkarya. Dulu, Igor juga mengenal konten-konten negatif di internet. Tapi itu membuatnya tak produktif. Ia mendorong agar anak-anak muda sekarang bisa menggunakan internet secara kreatif dan terkontrol.
Ia membuktikan bahwa dengan internet, lagu-lagunya dikenal orang dan akhirnya banyak brand tertarik untuk menggunakan jasanya.
Sementara Budi Setiawan atau yang biasa dipanggil Bukik mempresentasikan “Narsis Pangkal Pandai”. Menurutnya, internet sangat bisa dimanfaatkan untuk belajar mengajar. Bukik mengatakan, sekarang belajar tak harus lewat lembaga resmi seperti sekolah. Dari internet orang bisa mempelajari banyak hal, banyak ilmu. Bahkan, orang juga bisa menjadi pengajar dalam bidang tertentu, meskipun di kehidupan nyata sehari-harinya adalah seorang siswa.
Jika punya keahlian yang positif, Bukik menyarankan untuk mengunggahnya ke internet. “Narsis itu tidak apa-apa, asal yang dinarsiskan itu karya positif”, terang Bukik.


