Thursday, February 18, 2010, 12:00

2 Alasan Penting mengapa membangun Startup butuh modal yang tidak sedikit

Apakah anda ingin memulai startup anda sendiri? Bahkan setelah anda tahu bahwa iklim di Indonesia memang kurang bersahabat pada startup?

Untuk jelasnya, startup yang saya maksudkan disini adalah online startup. Atau web startup. Intinya, yang berhubungan dengan membangun aplikasi berbasis web. Bukan bisnis riil yang dibawa ke dunia nyata. Bukan juga membahas urusan pendefinisian seperti toko online dan katalog online.

Mari kita lanjutkan.

Posting saya mengenai Tokopedia mendapatkan investor baru ternyata menuai banyak sekali tanggapan. Memang, kebanyakan respon saya dapatkan di milist TanganDiAtas ketimbang di posting aslinya. Sayang sekali padahal, karena menulis di milist bukan sesuatu yang bisa direferensikan dan disimpan tulisannya, sehingga saya akan tulis dengan gaya berbeda di sini.

Pak Siswo Nugroho juga menuliskan tentang ini di Blognya, yang dimaksudkan sebagai reply dari diskusi yang sama, diskusi di milist tangandiatas.

Apakah butuh modal sebesar itu?

Itulah respon yang saya dapatkan pertama kali setelah memposting artikel tersebut di milist.

Jujur, awalnya saya berpikir bahwa memulai startup itu tidaklah membutuhkan modal dan dana yang besar. Dan jujur benar benar nggak nyangka awalnya kalo Tokopedia itu investasi awalnya begitu besar. Well…. saya mungkin tidak akan kaget kalau Tokopedia itu ada di US. Tapi di Indonesia? Saya jadi curiga ada sesuatu yang menarik dibalik investasi sebesar ini.

Setelah memikirkan ulang, melihat kesuksesan tokopedia, melihat ancaman-ancaman yang didapatkan oleh Koprol, bahkan twitter (terutama dengan datangnya Google Buzz). Dan banyaknya startup, terutama yang ‘internet consumer’-based, layu sebelum berkembang serasa memberikan begitu banyak alasan untuk modal yang besar ini.

Hal yang sama juga berlaku untuk aplikasi yang membutuhkan traction berupa peningkatan pengguna dalam jumlah yang signifikan. Juale.com yang didukung oleh perusahaan sebesar Virtual Consulting juga sejauh ini belum menunjukkan peningkatan yang berarti (walaupun umurnya memang baru dua bulan lebih).

Dan sepertinya strategi Juale adalah dengan menjualnya pada peserta-peserta seminar, yang pada umumnya bukan golongan tech-savvy atau geek. Ups… jadi mbahas juale.

Aplikasi seperti tuitwit, yang juga merupakan startup lokal mampu mensiasati kebutuhan dana yang besar dengan cara memanfaatkan server google untuk melayani kebutuhan bandwidth dan servernya. Terakhir, sepertinya empunya menggunakan lebih dari 10 account untuk menampung traffic yang datang.

Tapi hal ini tetap tidak menyelesaikan masalah promosi, dan tidak membantu meningkatkan user-base dalam waktu cepat.

1. Teknologi itu cepat sekali berkembang

Sehingga dalam membuat sebuah aplikasi, yang paling penting diperhatikan adalah peningkatan jumlah pengguna dalam waktu sesingkat-singkatnya. Inilah salah satu faktor yang paling penting untuk diperhatikan.

Coba andaikan twitter itu tidak memiliki pertumbuhan pengguna yang cepat. Atau Facebook, jika tidak ada peningkatan yang tajam pada penggunanya. Apakah akan sepopuler ini? Saya yakin tidak.

Peningkatan jumlah pengguna dalam waktu singkat ini berfungsi sekali untuk menahan perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Platform Email merupakan platform yang tidak tergantikan, semata-mata karena dialah satu-satunya sistem yang sudah banyak digunakan. Dan dulu, saat awal email, saya yakin perkembangan teknologi tidak secepat saat ini. Coba lihat kegagalan Google Wave dalam usahanya me’redefinisi’ email.

Jadi, pentingnya modal yang besar di sini adalah dalam hal untuk meningkatkan user-base. Contohnya, hanya 2 hari setelah diiklankan di facebook, VimpleShop saat ini memiliki 100 lebih toko online yang terdaftar. Entah apakah toko online terdaftar itu benar-benar dimanfaatkan saat ini atau sekedar install dulu sambil belajar.

Dengan budget iklan yang lebih besar, peningkatan user-base bisa dilakukan dengan lebih fokus. Strategi dan campaign yang bermacam-macampun bisa dilakukan.

Karena tanpa peningkatan userbase yang tajam, akan banyak teknologi (yang kalo nggak sama, bahkan lebih baik) yang mampu menggantikan aplikasi kita. Aplikasi yang berbasis konsumen utamanya sangat bergantung pada kekuatan jumlah user.

Google wave tidak bisa sukses karena kebanyakan bingung, tidak ada rekan lain yang dapat menerima ‘wave’ dari kita. Padahal secara teknologi, google wave jauh lebih baik dibandingkan email.

Jadi, untuk memastikan aplikasi kita benar-benar punya tempat dan tidak tergantikan, nilai dari network (jumlah pengguna) ini harus secepat mungkin ditingkatkan.

Kemudian satu lagi alasan mengapa adalah

2. Mengembangkan aplikasi tanpa takut kehabisan dana

Inilah faktor satu lagi mengapa anda perlu memiliki modal (yang tidak sedikit). Permasalah utama Web-apps developer saat ini adalah, karena pusing harus memikirkan pengembangan aplikasi, sementara memastikan server masih cukup kuat. Sembari berpikir mengerjakan project untuk client sebagai sumber dana.

Ya, kita semua tahu startup apps tidak menghasilkan apapun. Dalam tahap menanam bahkan kita sering harus mengeluarkan dana yang melimpah. Lihat kaskus contohnya. Berapa puluh server yang harus mereka miliki sampai pada titik pengiklan mau memasang iklan disana?

Tentu saja, dengan memiliki modal kerja, dan umur yang lebih panjang (biasanya dana untuk hidup 1 tahunan), startup mampu berfokus untuk mengembangkan aplikasi sampai cukup dikenal, tanpa bingung kehabisan bahan bakar.

Sembari mencari investor tambahan saat aplikasi yang dibuat sudah mulai dikenal dan memiliki user-base yang besar. Mencari investor pada titik ini relatif lebih mudah dibandingkan saat mulai karena resiko yang sudah lebih kecil.

Tentu saja, dua alasan penting ini hanya jika anda berkeinginan membangun sebuah startup yang punya potensi mengubah dunia. Yang cukup dikenal. Dan yang menjadi market leader. Bukan hanya dengan tujuan memperebutkan sedikit kue (market share).

Karena jika anda hanya ingin mengambil sedikit market share dari yang ada, maka anda memang tidak harus memikirkan 2 alasan penting ini. Membangun aplikasi dari script yang dibeli dengan harga murah, kemudian meminta programmer yang juga dibayar murah untuk memodifikasinya sesuai kepentingan kita adalah solusi yang tepat. Seperti yang dituliskan Pak Siswo di blognya.

Tapi jika anda ingin membangun sebuah apps yang menjadi leader, dan menjadi besar, tidak ada jalan lain kecuali dengan memiliki modal yang kuat. Karena jika tidak, kegagalan akan menanti anda karena satu dari 2 alasan diatas.

Kalau nggak karena teknologi sudah maju meninggalkan anda, ya karna perusahaan anda kehabisan darah dan harus ditutup.

Anda juga bisa membaca blog cdixon untuk mengetahui lebih jauh tentang startup dan dunia venture capital. Untuk suplemen tambahan tentang meningkatkan peluang sukses startup anda, silahkan baca tentang startup currencies di Navinot.

Apakah anda berpikir bahwa dengan modal kecil startup masih bisa sukses? Anda tidak setuju dengan tulisan saya ini? Tuliskan pendapat anda, dan mari berdiskusi

image is courtesy of techprone.com, ehow.com, telecomcircle.com, thescroogereport.wordpress.com

Postingan Terkait

11 komentar di “2 Alasan Penting mengapa membangun Startup butuh modal yang tidak sedikit”

  1. @imammtq says:

    saya sepakat. memulai untuk pertama kali tidaklah mudah. tidaklah murah.

    memang benar… teknologi itu diciptakan biar dipakai –> memudahkan. nah.. kalau tidak ada yang makai bisa jadi teknologi tersebut memang tidak terlalu dibutuhkan (memudahkan).

  2. maxi web says:

    modal yang paling besar adalah 'waktu'

  3. musti keluar dana ratusan juta dulu sih sebetulnya biar bisnis itu berjalan normal
    cuma semua itu bisa dibuat modal berjalan,

    • Brian Arfi says:

      Iya memang. Tapi biasanya untuk develop online startup yang seperti saya tulis diatas mentarget user mainstream, traction penting sekali.

      Dan startup gak akan punya waktu memikirkan cara untuk meningkatkan traction secara signifikan karena kebingungan cari tahu dari mana mereka akan mendapatkan uang.

  4. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by dhezign: Gak punya duit, gak usah bikin startup! posting mnggelitik dari orang sok tau -> http://b2l.me/gn67w...

  5. wah senangnya mas brian pake tokopedia sebagai contoh. sekedar sharing sedikit, modal besar yang kami terima itu bukan langsung kami hamburkan trus habis begitu saja. Rencana kita harus bertahan 2 tahun tanpa revenue dengan modal awal tersebut.

    Dan 1 hal lagi, investor itu banyak sekali yang tertarik dengan bisnis IT / internet. Hanya saja kita sebagai pelaku startup butuh mencari yang paling cocok baik visi maupun misinya agar menghindari benturan di tengah2.

  6. Kendala modal itu sebenernya permasalahan klasik di dunia bisnis. Di bisnis apapun. Bisnis kaki lima, UKM atau skala konglomerasi. Semua kalau ditanya sebagian besar akan bilang kekurangan modal.

    Yang terpenting bagi para online startuper, harus berjiwa dan bermindset pengusaha. bukan bermindset karyawan.

    Mindset Karyawan terbiasa dengan segala sesuatu yang komplit yang sudah tersedia. Hanya berjalan kalau fasilitas komplit.

    Tetapi yg berjiwa entrepreneur dia akan mendayagunakan apa yang ada. Tidak menyerah hanya karena keterbatasan modal.

    Salam

  7. Alamsyah says:

    Saya sudah memulai ide bisnis baru dan inovatif dari mempelajari dan mencari literatur, tapi terhenti karena ternyata dana yg dibutuhkan memang sangat mahal. Jadi ide saya terhenti. Apa yg harus sy lakukan?

  8. Brian Arfi says:

    Kreatif!

    Kalo nggak bisa cari dan,ya partner dg yg punya dan.kalo nggak bisa,ya nggak udah bisnis yang butuh sama.banyak juga kok

Tinggalkan Komentar

*

Brian Arfi
Telah Menulis 30.

Brian adalah Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Nasional 2009 kategori Industri kreatif mahasiswa. Punya minat yang sangat dalam tentang dunia web dan internet. Brian saat ini memimpin PT. DheZign Online Solution, sebuah perusahaan Web Development dan Online Marketing Agency. Selain aktif memberikan seminar mengenai entrepreneurship, bisnis online, dan online marketing, Brian juga menulis mengenai entrepreneurship, tips dan trik online marketing serta online campaign, social media, dan pelayanan pelanggan di Dhe Blog. Anda juga dapat menghubunginya melalui Facebook atau Twitter



Recent Post

Diskusi Platform Mobile App di Meetup suWec

Diskusi Platform Mobile App di Meetup suWec

28 Jan 2012
Google Maps API, JSON, dan jQuery?

Google Maps API, JSON, dan jQuery?

27 Jan 2012
Sesi Sharing FreSh Surabaya : Untuk Kota Kita

Sesi Sharing FreSh Surabaya : Untuk Kota Kita

18 Jan 2012
suWec Meetup: Tren Aplikasi Mobile

suWec Meetup: Tren Aplikasi Mobile

27 Dec 2011
Kontes SEO tentang Software Keuangan Zahir Accounting

Kontes SEO tentang Software Keuangan Zahir Accounting

26 Dec 2011
Saling Sharing Mewujudkan Ide Kreatif di @FreShSby

Saling Sharing Mewujudkan Ide Kreatif di @FreShSby

23 Dec 2011
Blaast Tawarkan Kemudahan Mendevelop Aplikasi Mobile

Blaast Tawarkan Kemudahan Mendevelop Aplikasi Mobile

20 Dec 2011