Saturday, February 27, 2010, 9:43

Bye-bye Steve Jobs = Bye-bye Apple

Siapa di antara anda yang pernah membaca tentang kisah dan perjalanan dari Apple? Jangan lupa, ada juga buku yang khusus menceritakan kisah sukses dari founder Apple, yaitu Steve Jobs.

Jujur saya belum pernah membaca tentang kisah dan perjalanan lengkap dari Apple. Hanya kisah sukses Steve Jobs yang pernah saya baca sebelumnya. Dan dari cerita teman saya yang sudah pernah membaca kisah Apple, berbeda antara kisah Steve Jobs dan Apple.

Saya belajar banyak dari Steve Jobs. Satu hal intisari utama yang saya pelajari adalah anda tidak harus memiliki kebijakan perusahaan yang ‘luar biasa baik pada karyawan’, atau ‘menyediakan lingkungan kerja yang menyenangkan untuk bekerja’, atau ‘pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat’ dalam perusahaan anda untuk sukses.

Jujur, poin terakhir tadi seringkali malah menjadikan perusahaan anda hancur. Mari kita akui, lebih banyak orang yang kurang terdidik dibanding mereka yang terdidik. Lebih banyak orang yang takut mengambil resiko dibanding mereka yang mau mengambil resiko. Lebih banyak orang yang biasa saja dibanding orang yang visioner.

Jadi, sudah pasti jika keputusan di perusahaan anda diambil berdasarkan musyawarah/voting, banyak ide-ide visioner (ide seperti yang sering dimiliki Steve Jobs) yang akan mati dan tidak disetujui.

Dari buku itu pula saya belajar bahwa Steve Jobs seringkali memutuskan hal-hal yang diluar pertimbangan kita. Keputusan-keputusan yang entah kenapa pada awalnya terlihat aneh, dan menjadi kontroversi, namun pada akhirnya membuat karakter Apple justru semakin terlihat, dan menjadi jiwa Apple. Entah bagaimana pendapat anda mengenai keputusan Apple yang satu ini, tapi saya merasa ada tujuan yang lebih dalam dibalik yang terlihat saat ini.

Nah, dari sana saya juga belajar bahwa saat Steve Jobs didepak dari Apple (ya, dia dikeluarkan oleh board of director perusahaan yang ia bangun sendiri, bagi anda yang tidak tahu) lebih dari 20 tahun yang lalu, Apple mengalami masa-masa yang sangat sulit.

Bagai kehilangan arah dan jiwa, Apple terus tersandung dan mengalami kegagalan demi kegagalan dalam produk-produknya. Sementara Steve Jobs yang mendirikan perusahaan baru mulai dikenal dan bisa dibilang sukses. Sampai pada saatnya Apple membeli perusahaan yang didirikan Steve Jobs, dan mengundang Steve Jobs untuk kembali masuk.

Saat itu masa depan masih suram, nilai saham terus merosot. Dan Steve punya sebuah rencana yang tidak ditanggapi bagus oleh kebanyakan orang. Sebuah iPod. MP3 player yang punya harga relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan kompetitornya.

Banyak sekali yang mencibir iPod sewaktu pengumuman pertama kali. Salah satunya adalah dimana letak revolusioner dari produk MP3 player biasa? Ditambah tidak adanya USB slot (kalau salah mohon dikoreksi). Banyak sekali yang pesimis atas masa depan alat ini. Bisa dibilang mirip sebenarnya dengan respon masyarakat atas iPad. Dan itu yang menyebabkan saya memprediksi bahwa iPad akan sukses nantinya di pasaran.

Kembali ke Apple. iPod yang saat itu menjadi bahan ejekan dan cibiran membuat Apple mampu bangkit dari keterpurukannya. Dan Apple kemudian semakin berjaya saat merilis iPhone, yang juga banyak dijadikan bahan cibiran pre-launchnya.

Tentu saja anda tidak akan menemukan ejekan atau cibiran itu saat ini. Karena stereotip bahwa Apple=kualitas dan produk-produk Apple biasanya adalah ‘siap pakai dan mudah digunakan’ sudah melekat erat. Silahkan baca artikel untuk membandingkan antara Android dan iPhone agar anda mendapatkan gambaran seperti apa kualitas Apple.

Nah, kesuksesan-kesuksesan Apple ini tidak lepas dari pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Steve Jobs.

Satu lagi bukti adalah kegagalam Palm (produsen smartphone) dan kemerosotannya dalam merebut marketshare yang ada. Sementara iPhone terus menambah marketsharenya walaupun terjangan banyak sekali kompetitor terus menghantam, Palm tidak dapat berbuat sama.

Tahukah anda bahwa orang-orang dibalik Palm kebanyakan adalah mereka yang dulunya bekerja pada Apple? Ya, sebagian besar karyawan dan executive di Palm adalah mantan karyawan Apple. Ini menjadi bukti bahwa tanpa Steve Jobs, bahkan orang-orang jenius yang bekerja di Apple sulit untuk sukses.

Inilah sedikit gambaran apa yang akan terjadi nantinya saat Steve Jobs meninggalkan Apple.

Banyak bukti dan artikel yang sudah memprediksikan hal ini. Dan saya yakin bahkan Steve Jobs pun sudah mengetahui hal ini. Akan menarik sekali untuk mengikuti apa yang akan dia lakukan untuk menyelamatkan Apple. Itu jika memang masih ada niatan untuk menyelamatkannya :)

Punya pendapat lain? silahkan berkomentar

image is courtesy of inquisitr.com & kumagcow.com

Postingan Terkait

12 komentar di “Bye-bye Steve Jobs = Bye-bye Apple”

  1. vyatri says:

    Cerita terkenal yang sarat makna. Tentang Jobs, cerita palm, dan ulasan techcrunch :) .
    Thnx mas. tulisan yang tepat pada waktu yang tepat. :thumbs up:

  2. @imammtq says:

    inspising.

    kita tunggu kiprah steve jobs selanjutnya di luar apple.
    saya yakin dia pasti akan punya gebrakan baru.

  3. @ilmanakbar says:

    saat Steve Jobs dikeluarkan dari Apple, beliau mendirikan Pixar Studio (bersama 2 orang lain), dan sukses berat bikin Toy Story, Toy Story 2, A Bugs Life, Finding Nemo, Cars, Wall E, dan lain-lain (you name it!)

    *ini nambahin tulisannya ;)

  4. misterslam says:

    tidak banyak orang yang sejenius Steve, visioner, misioner, bagaimana dengan indonesia? kira-kira siapa yang bisa digolongkan mirip Steve?

  5. kalau saya tidak harus membaca kesemuanya dari post ini. saya sudah bisa melihat maksudnya :)

    Intinya adalah "KESEIMBANGAN" bagi orang yg berfikir pasti tau artinya "KESEIMBANGAN" ini :) berfikirlah

  6. Brian Arfi says:

    Sebenarnya inti posting ini adalah, kekhawatiran tentang bagaimana nasib Apple ke depannya kalo Jobs sudah tiada nanti.

    Ada pendapat?

  7. kekhawatiran sekaligus tantangan bagi Steve Jobs untuk mengkloning semangat visioner dan kejeniusannya kepada para staf-stafnya..Pemimpin sejati adalah pemimpin yang bisa mencetak kader

  8. Selah Jobs tiada akan lahir steve job- steve job kecil yang akan meneruskan inovasi dan pemikiran seorang Steve Job, saya yakin pasti ada, setiap perubahan dari masa ke masa akan diiringi dengan seorang yang dilahirkan sebagai inovator yang revolusioner.

    • Brian Arfi says:

      Jujur, saya pribadi ragu karena tipikal Jobs yang unik dan nggak mudah ditiru. Dan spertinya sampai saat ini dia belum mempersiapkan 2nd liner untuk Apple.

  9. zee says:

    inspiring…

    yang bisa menggantikan steve jobs, mungkin Larry Page dan Sergey owner Google kali yah… mereka juga orang2x yang sangat berdedikasi dan selalu membuat terobosan.

Tinggalkan Komentar

*

Brian Arfi
Telah Menulis 30.

Brian adalah Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Nasional 2009 kategori Industri kreatif mahasiswa. Punya minat yang sangat dalam tentang dunia web dan internet. Brian saat ini memimpin PT. DheZign Online Solution, sebuah perusahaan Web Development dan Online Marketing Agency. Selain aktif memberikan seminar mengenai entrepreneurship, bisnis online, dan online marketing, Brian juga menulis mengenai entrepreneurship, tips dan trik online marketing serta online campaign, social media, dan pelayanan pelanggan di Dhe Blog. Anda juga dapat menghubunginya melalui Facebook atau Twitter



Recent Post

Diskusi Platform Mobile App di Meetup suWec

Diskusi Platform Mobile App di Meetup suWec

28 Jan 2012
Google Maps API, JSON, dan jQuery?

Google Maps API, JSON, dan jQuery?

27 Jan 2012
Sesi Sharing FreSh Surabaya : Untuk Kota Kita

Sesi Sharing FreSh Surabaya : Untuk Kota Kita

18 Jan 2012
suWec Meetup: Tren Aplikasi Mobile

suWec Meetup: Tren Aplikasi Mobile

27 Dec 2011
Kontes SEO tentang Software Keuangan Zahir Accounting

Kontes SEO tentang Software Keuangan Zahir Accounting

26 Dec 2011
Saling Sharing Mewujudkan Ide Kreatif di @FreShSby

Saling Sharing Mewujudkan Ide Kreatif di @FreShSby

23 Dec 2011
Blaast Tawarkan Kemudahan Mendevelop Aplikasi Mobile

Blaast Tawarkan Kemudahan Mendevelop Aplikasi Mobile

20 Dec 2011