Tuesday, February 23, 2010, 12:12

Exclusive Interview with Leon TokoPedia: Cara mendapatkan investor (1)

Setelah memang cukup lama mencari kesempatan dan waktu untuk belajar dan ngobrol pada mastermind dibelakang suksesnya TokoPedia, alhamdulillah minggu malam kemarin mas Leon menyempatkan diri untuk bertemu saya di Grand Indonesia.

Saya sudah menuliskan beberapa tulisan yang bisa anda baca mengenai latar belakang kenapa saya memilih untuk interview dengan Leon Tokopedia. Salah satu tulisannya berjudul Tokopedia got new investor dan satunya lagi berjudul 2 Alasan Penting mengapa membangun Startup butuh modal yang tidak sedikit.

Saya yakin anda tidak ingin melewatkan membaca kedua tulisan tersebut jika anda ingin mengambil manfaat maksimal dari tulisan saya kali ini ;)

Ngobrol dimulai sekitar pukul 20.30 dan luar biasanya berakhir sekitar pukul 23.00. Coba starbucks buka 24 jam, bisa sampe pagi tuh ngobrolnya. Well, saya nyebutnya sih ngobrol, tapi nyatanya mas Leon yang banyak sharing dan berbagi.

Banyak pelajaran penting dan berharga yang bisa diambil dari pengalman mas Leon mulai awal karirnya sampai sekarang. Tentu saja, pelajaran yang paling saya tunggu sebenarnya adalah tentang bagaimana cerita dibalik datangnya investor untuk tokopedia.

Awalnya, masuk Grand Indonesia saya celingak-celinguk. Bingung dimana sebenernya letak dari starbucks ini. Ternyata saya nyasar di east mall :p stelah nanya nanya, sampailah di west mall, starbucks ada di sana. Memesan segelas minuman segar (nggak ngopi takut malem ga bisa tidur, lha ini tanpa ngopi aja ga bisa tidur, bayangin klo ngopi!). Di upsize seperti biasa make CC BCA (no, this is NOT yet a paid post :p).

Nyari tempat duduk yang nyaman, twitteran sebentar, eh telpon berdering. Mas Leon ternyata. Saya refleks mengarahkan pandangan ke dekat counter starbucks, nah itu dia! Nggak pake angkat telpon saya langsung awe-awe lambaikan tangan saya. Mas Leon ngeliat, dan setelah memesan minuman, langsung menuju ke ruang interogasi tempat saya duduk.

Basa-basi nggak banyak. Sekedar nanya kabar, dimana mas William, dan tukeran kartu nama. Terus, tancap gas langsung!

Umur mas Leon saat ini 28 tahun. Dan sebelumnya mengawali karir dengan bekerja di beberapa perusahaan besar sampai kemudian bertemu dengan seseorang yang merubah hidupnya dari pure programmer, menjadi seorang IT manager yang juga harus ngurusin bisnis.

Website application yang dulu dikerjakan meliputi beberapa client yang cukup prestisius. Beberapa diantaranya seperti departemen postel, bank-bank daerah, dan online CRM untuk airlines.

Resign terakhir desember 2005 karena tidak sesuai dengan suasana kerja di perusahaan tempat dia bekerja. Utamanya karena banyak yang berbisnis tidak dengan jujur dan curang. Sebut saja sebuah perusahan content provider dari malaysia yang menjalankan bisnisnya dengan cara suap.

Mas Leon bercerita bahwa dulu, sewaktu industri content provider sedang marak-maraknya banyak sekali perusahaan asing yang masuk dan ikut bermain di Indonesia. Parahnya, beberapa dari perusahaan itu menggunakan cara curang dan licik dalam menjalankan bisnisnya.

Contohnya, mengabaikan perintah UNREG (ingetkan? makanya hati-hati), menyuap contact person dari perusahaan telco provider, ngepush content yang bejibun jumlahnya,  dan lain-lain. You get the picture?

Itulah kenapa akhirnya banyak perusahaan yang berhati-hati terhadap content provider, dan industri content provider tersendat pertumbuhannya. Banyak diantaranya yang tutup.

Ini pula yang menyebabkan karir mas Leon setelah pertama kali memimpin sebuah perusahaan IT yang bergerak di bidang content provider diputuskan untuk ditutup pada tahun 2008. Luar biasanya, investor dari perusahaan ini, sadar bahwa inilah resiko bisnis, dan tidak menyalahkan siapapun atas kegagalan bisnis itu.

Leon bertemu dengan investor baik hati ini semasa bekerja dahulu. Sang ‘angel investor‘ ini melihat ada kejujuran dan potensi di diri seorang Leon, jadilah diajaknya mendirikan sebuah perusahaan yang tutup itu tadi.

Belajar dari kesalahan, beberapa allternatif bisnis muncul, seperti di bidang penjualan content musik dan game. Yang setelah ditelusuri lebih jauh, tidak mungkin dilakukan karena butuh akses dan modal yang terlampau besar.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat sebuah online marketplace (sebelum kemudian dinamakan tokopedia). Tahap pertama setelah memutuskan untuk membuat online marketplace ini kemudian adalah meberitahu angel investor tadi.

Setelah diceritakan panjang lebar, angel investor ini berkata bahwa karena dia nggak pernah sukses sebelumnya dalam bisnis di bidang IT, sangat disarankan untuk mencari orang yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya. Sehingga juga bisa sebagai guide dan penuntun.

Maka mulailah perjalanan Leon dan William ini diperkenalkan ke relasi dari sang angel investor. Satu-persatu, presentasi demi presentasi.

Penasaran kelanjutannya? Mau tahu tips dan petuah dari mas Leon tentang bagaimana cara mendapatkan investor? Silahkan langsung menuju ke posting lanjutannya. Jangan lupa berikan komentar dan share disini.

Postingan Terkait

6 komentar di “Exclusive Interview with Leon TokoPedia: Cara mendapatkan investor (1)”

  1. uwiuw says:

    Bisa dikatakan beruntung juga pak leon ini. Setau saya, susah banget membuat orang lain mempercayakan uangnya.

    btw, apa angel investor ini masih berasal dari lingkaran keluarga atau pure investor ?

  2. @imammtq says:

    menuju posting selanjutnya……—–>

  3. @uwiuw selama saya bekerja 4 investor yang tertarik itu pure investor. Awalnya investor tersebut tidak langsung mempercayakan uangnya yang besar. Saya hanya diminta untuk bergabung dengan mereka sebagai karyawan karena mereka butuh orang yang ngerti IT untuk jalankan bisnis IT. Saya awalnya kan cuma IT Manager aja di content provider walaupun ikut terlibat urusin hal di luar IT.

    Tapi saat bisnis mobile content tidak bagus lagi untuk dijalankan dan kita putuskan untuk tutup, saat itu saya ga enak hati, karena bisnis sebelumnya gagal, investor sudah rugi, masa saya ga berusaha?? Lagian klo mobile content tutup dan akhirnya saya cuma jadi IT support utk bisnisnya yg lain ya selamanya saya akan jadi karyawan biasa.

    Saat itulah kita mulai propose ide lain, sampai akhirnya tokopedia.com yang kita pilih.

  4. dion says:

    Kadang butuh luck juga utk sukses…. hard work combines with luck… :)

  5. gusta says:

    Saya lagi mo coba roko pedia tuh.. selama ini penjualan batik saya cma dari FB

  6. Ponidi says:

    Selain relasi yg luas kunci sukses dari Mas Leon ini saya kira adalah pantang menyerah :D

Tinggalkan Komentar

*

Brian Arfi
Telah Menulis 30.

Brian adalah Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Nasional 2009 kategori Industri kreatif mahasiswa. Punya minat yang sangat dalam tentang dunia web dan internet. Brian saat ini memimpin PT. DheZign Online Solution, sebuah perusahaan Web Development dan Online Marketing Agency. Selain aktif memberikan seminar mengenai entrepreneurship, bisnis online, dan online marketing, Brian juga menulis mengenai entrepreneurship, tips dan trik online marketing serta online campaign, social media, dan pelayanan pelanggan di Dhe Blog. Anda juga dapat menghubunginya melalui Facebook atau Twitter



Recent Post

Syarat Mengembangkan Produk Hebat: Berani Bermimpi, Berjejaring, dan Beraksi

Syarat Mengembangkan Produk Hebat: Berani Bermimpi, Berjejaring, dan Beraksi

18 May 2012
Waspadai Penyakit “User Designer”

Waspadai Penyakit “User Designer”

16 May 2012
HTML5 Local Storage untuk Website Anda

HTML5 Local Storage untuk Website Anda

13 May 2012
Saat Website Anda Memerlukan Redesain

Saat Website Anda Memerlukan Redesain

12 May 2012
Panduan Singkat untuk Maintenance Website

Panduan Singkat untuk Maintenance Website

9 May 2012
Panduan Penulisan HTML/CSS ala Google

Panduan Penulisan HTML/CSS ala Google

9 May 2012
Style Tiles untuk Desainer Website

Style Tiles untuk Desainer Website

1 May 2012