Exclusive Interview with Leon TokoPedia: Cara mendapatkan investor (2)
Posting ini adalah lanjutan dari interview dengan mas Leon TokoPedia bagian satu, yang belum baca, mungkin akan kesulitan untuk memahami latar belakang cerita dan alurnya, jadi saya benar benar sarankan untuk membacanya terlebih dahulu.
Kembali ke alur ceritanya, untuk berusaha mendapatkan investor pada online marketplace yang mereka rencanakan, maka dimulailah presentasi mereka. Satu-persatu, mulai dari lokal, sampai internasional. Jangan dihitung banyaknya investor yang mencibir dan meremehkan mereka.
Biasanya ada 2 hal yang menjadi sasaran. Kalo nggak umur yang masih muda (waktu itu Leon masih 26 tahun), ya model bisnis yang nggak mungkin berhasil. Para relasi dari angel investor itu mencari seribu satu alasan untuk membuktikan bahwa bisnis yang akan dijalani nggak akan bisa sukses.
Selain dari itu, ada juga yang belum apa-apa sudah bertanya kapan akan BEP. Kalau tipe seperti yang ini biasanya Leon dan William langsung memutuskan bahwa investor ini tidak sejalan dan memutuskan untuk tidak meneruskan kemungkinan investasi dengan mereka.
Tapi founders dari tokopedia ini tidak menyerah. Selain itu, angel investor yang memperkenalkan rekan-rekannya pada kedua founder ini juga masih yakin dengan masa depan bisnis online marketplace yang akan dibangun ini. Malah, beliaulah yang memberikan benchmark website-website serupa yang juga sukses, misalnya di korea dan jepang. Juga di china.
Dan tentu saja mereka juga memberikan referensi-referensi kepada calon-calon investor itu tentang kesuksesan Google, Facebook, dan banyak perusahaan berbasis internet lainnya. Bahwa emang kebanyakan nggak bisa cepat dan butuh waktu minimal 3 tahun untuk mulai mendapatkan revenue dan menjadi profitable.
Yang menjadi hambatan terbesar dan bikin banyak calon investor ini ‘turned off’ ternyata adalah karena tokopedia memang berencana untuk tidak memberikan tarif apapun selama 2 tahun pertama sampai memiliki user base yang besar.
Ini bukan hal yang aneh bagi kita yang bergerak di industri online. Namun ini benar-benar terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal untuk orang-orang bisnis tradisional.
Setelah lama (sekitar setahun klo saya nggak salah tangkap) mencari investor dan presentasi kesana kemari belum mendapatkan hasil, akhirnya sang angel investorlah yang turun tangan. Beliau menawarkan untuk memberikan modal yang dibutuhkan untuk tokopedia ini bisa sukses.
Beliau minta pada Leon dan William untuk membuat proyeksi keuangan selama 2 tahun kedepan. Untuk kebutuhan-kebutuhan seperti server, gaji, dan biaya-biaya lainnya. Dan kemudian setelah jadi, sang angel investor memberikan dana sejumlah Rp 2,5 M untuk dipergunakan selama 2 tahun.
Dan seperti yang dituliskan mas Leon, dana tersebut tidak langsung dipergunakan habis. Karena memang ternyata investornya juga memberikannya berdasarkan kebutuhan. Jadi bulanan akan diberikan sesuai dengan kebutuhan, tapi tetap punya batas maksimal 2,5 M.
Nah, selain dari dana itu angel investor ini ternyata juga terlibat aktif dalam konsultasi bisnis dan terutama dalam pemecahan masalah-masalah seperti penandatangan surat perjanjian kerjasama. Juga masalah legal dan keuangan.
Jadi ingatlah bahwa kehadiran investor dan pemodal itu juga vital tidak hanya dalam bentuk dana yang mereka kucurkan, tapi juga pengalaman dan bantuan teknis lainnya. Karena ternyata, sang angel investor ini adalah orang yang punya banyak bisnis dan sudah sukses di bisnis-bisnisnya yang lain.
So, what do we learn today about investors?
Pertama, Leon berkali-kali mengingatkan saya bahwa mencari investor itu sama seperti mencari partner dalam berbisnis. Cara yang paling benar adalah dengan mencari seseorang yang memang punya feel dan tujuan sama dengan kita. Jangan sembarangan! Mentang-mentang mau ngasih duit semua orang diterima… Ini adalah kesalahan fatal!
Kedua, investor yang punya otak glodok sebaiknya dihindari. Karena investor tipe seperti ini biasanya nggak ngerti bagaimana dunia bisnis dan internet berjalan. Mereka sebenarnya bukan berbisnis, tapi berdagang. Berbeda jauh dengan startup, apalagi yang web based. Ciri-cirinya adalah, belum-belum sudah nanya “Kapan mau BEPnya?”
Ketiga, sebenarnya banyak sekali investor yang mencari startup yang bisa diberikan dana. Sama seperti banyaknya jumlah startup yang mencari investor. Permasalahannya adalah mereka nggak ngerti dimana nyari startup! Sama ternyata dengan kita yang nggak ngerti gimana caranya nyari investor!
Lalu bagaimana cara untuk menarik investor?
Supaya kita bisa dapat investor, ada beberapa saran yang bisa diterapkan menurut mas Leon.
Pertama, mulai karir dengan bekerja disebuah perusahaan bonafide. Perusahaan terkenal dan besar biasanya memiliki banyak akses dan channel dengan orang-orang beduit besar dan investor. Bahkan selama bekerja ini mas Leon bertemu dengan 4 orang bos besar yang duitnya kebanyakan sampai cari cari tempat untuk investasi.
Kedua, get on the radar! nasehat lama yang masih valid dan berlaku sampai saat ini. Untuk dapat ditangkap di radar para investor ini, menangkanlah lomba-lomba, suarakan dan brand diri anda dan perusahaan anda. Umumkan bahwa anda adalah ‘gula’, maka para semut investor akan berduyun-duyun mendatangi anda.
Ketiga, jika kedua hal itu tidak bisa anda lakukan, banyak-banyaklah bersosialisasi. Hadiri event-event seperti pesta blogger, FOWAB, Bancakan 2.0, FreSh, Pecha Kucha, BarCamp, dan segudang event dan gathering lainnya. Ngapain? Ya networking, perkenalkan diri anda! Dekati orang-orang yang sekiranya ‘klik’ dengan anda, dan nikmati proses pencarian investor ini
So, sekian report dan sharing yang berhasil saya tuliskan dari ngobrol bareng mas Leon Tokopedia.
Bagaimana dengan anda? Apakah anda punya pengalaman atau pertanyaan seputar mendapatkan investor? Silahkan share dengan berkomentar disini.



Mantab bener artikelnya, dan sangat inspiratif. sebenarnya saya ada pertanyaan kepada mas Leon.
Saya juga pernah berpengalaman nemu investor “otak glodok” meski tempatnya di Surabaya, saat ini saya dan tim menawarkan sebuah usaha yang bisa dikatakan berhubungan dengan dunia internet. Namun karena pada npertemuan pertama sudah menanyakan BEP-nya, kita mundur teratur, karena masih ada banyak proyek yang ditangani dengan beliau, tapi akhir-akhir ini proyek-proyek tersebut terbengkalai karena keinginan beliau yang tanpa batas dengan modal yang terbatas. Akhirnya kami putuskan untuk meninggalkan proyek tersebut dan tetap berhubungan baik.
Apalagi di Surabaya mas Nazuka :p
Makanya ayo ke Jakarta aja hehe…
Wah artikelnya jadi menarik setelah dirangkum mas brian, terima kasih, dan saya senang bisa sharing dengan sesama startup.
@nazuka nice sharing. saya juga pengen belajar dari pengalaman teman2 startup, pasti bisa dijadikan pelajaran berharga. kegagalan pun bisa kita ambil hikmahnya
silahkan klo mau tanya….
Terima kasih banyak mas Leon atas waktunya kemarin
Jangan lupa klo ada peluang investment dari investor kasih tau saya juga ya! Barang kali gak cocok untuk Tokopedia pas untuk kami
Oiya, dah daftar blom di AIWI mas Leon? Klik ini ya mas.
iya neh, bagus udah dikasih URL-nya, bisa langsung check in
thank's banget sharingnya mas fauzan & leon!
sangat inspiratif
sip! bacaan yang oke..
makasih…
asik bener nih artikel… aye ampe ngetweet 3x tentang investor2an ini… begitu inspiratif… hehehe, sharing pengalaman ah dari nubie startup bisnis internet kecil2an nih…
ada yang mau jadi investor BiangWeb, tapi syaratnya yang kami pikir kayak syaratnya mbah dukun yang sangat sulit kami penuhi…
dy bilang gini "saya berani suntik dana ke kamu up to hundred-an Million dah, but let me be a company director of yours" jjjjiiiiaaahhh, kami be-3 (founder BiangWeb) bengong sebengong-bengong-nya… dan masih bingung mau ngasih jawaban apa sampai sekarang…
klo gak sreg dengan investornya, ya gak usah. Tapi klo memang dia bisa membawa perubahan ke arah positif, why not?
setuju mengenai investor, emang harus cari yang feel dan semangatnya yang sama..jadi inget sebuah petuah dari temen "Bagi Pengusaha, selain jodoh dan maut, ada 1 lagi yang gaib, yaitu partner bisnis" hehehe
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by dhezign: NEW at http://j.mp/Dott : Mantab bener artikelnya, dan sangat inspiratif. sebenarnya saya ada pertanyaan kepada mas… http://bit.ly/dihCmW...
wah… keren bner nih postingan… mo nanya dikit donk. Siapakah gerangan sanga angel investor tokopedia yg mangstab itu?
"Ketiga, sebenarnya banyak sekali investor yang mencari startup yang bisa diberikan dana. Sama seperti banyaknya jumlah startup yang mencari investor. Permasalahannya adalah mereka nggak ngerti dimana nyari startup! Sama ternyata dengan kita yang nggak ngerti gimana caranya nyari investor!"
Rada gak yakin sama poin ketiga itu. Apa iya di Indonesia banyak angel investor dengan tipe yg kayak angel investornya tokopedia? perasaan kayaknya orang2 kaya di Indonesia yg mo jadi investor itu kebanyakan masih otak glodok semua deh…
@kamal : point ke-3 banyak bro, misal waktu tokopedia ikut INAICTA 2009. Dari penjurian aja udah ada investor yang memantau bahkan ikut jadi juri, sampai saat pameran nominator (tokopedia jadi nominator kategori SMEs). Saat acara membosankan selevel pidato menteri dll aja ada investor yg datang memantau. Saya bisa lihat dari gayanya ketahuan lah dia itu cari2, sempat ngobrol n kenalin tokopedia ke orang2 yang dari "gayanya" itu kelihatan sedang cari2
Nah tuh @leon_psm dah jawab pertanyaannya mas Kamal… jadi emang kita kita startup aja yang dodol dan kurang pergaulan sampe gak ngerti klo banyak investor yang cari cari
waah.. baru tahu kalau event2 lomba kaya INAICTA ini adalah gudangnya investor.. itulah mengapa kita harus sering2 kreatif punya karya (startup) yang diikutin di lomba ya..
makasih buat sharingnya mas leon (dan mas brian juga yg udah wawancarain)..
mudah2an saya dan kamal bisa segera dapet investor! amiiin..
*eh, pertamanya harus bikin produk dulu dong
[...] istilah startup pada investor saja sudah butuh kerja keras, salah satu artikel yang saya baca tentang founder Tokopedia juga mengindikasikan bahwa edukasi yang dilakukan oleh para startup tidak hanya melulu ke konsumen [...]
iya betul sekali… event2 seperti lomba2 memang sekarang lagi trend. Start-up ers ikutan lomba2 itu buat "cari nama" dan "cari investor". Investor datang ke event2 itu buat nyari small business yang berpontensi utk dikasi dana.
Seperti contohnya di San Fransisco, memang sudah dari dulu ada event bagi para start-up ers untuk berkompetisi "mempresentasikan" ide bisnisnya.
Yang menang, dapat duit sekian "M" dari investor xxx untuk menjalankan bisnisnya.
Mudah2an event2 sejenis semakin byk di Indonesia, karena di tempat2 itulah para start-up ers punya kemungkinan besar ketemu investor.
Go Go Tokopedia….
Keren bgt artikelnya…………..
Apalagi orang kaya saya kali ya….
Sekolah aja ngak, kerjaannya cuman coding… coding dan coding….. SUSAH KALI DAPET INVESTOR, MUNGKIN KETEMU AJA … KAKI UDA NGAK BISA BERDIRI….
Saya pernah punya mimpi 2 bulan yang lalu, ingin angkat Indonesia dengan buat 2 situs papan atas di dunia, sekarang tercapai walau masih banyak kurang ( Kekurangan dominan dari load server dan space server yang kurang )
1. Google -> Saya bikin Manggoo.com (Online : Crawl sendiri seperti google tanpa API sedikitpun )
2. Facebook -> Saya bikin Indogoo.com (Online: 2 Bulan jaman yang daftar 6000 Orang )
Berbau Goo ( Indonesia go hehehehe)
Sekali lagi masalah server
NASIB-NASIB
Salam Kenal
Arfan. A R
Saya juga sekarang ini sedang mencari angel investor… untuk membuat sebuah applikasi online.. marketing team dan IT team sudah siap, tapi angel pun belum kunjung muncul.
Untuk para angel diluar sana, jika berminat mejadi investor di bidang online service mauu dunk kenal2…
Kind regard,
Irvan S.
Wah… saya salut dengan mas Leon… dan saya ketawa ketika bahas investor OTAK GELODOK
saya juga bergerak dibisnis online penjualan specialist komputer, saat ini kondisi saya jatuh bangun. klo secara brand online dan pemasaran online saya sudah cukup lebih bisa menguasai. tapi dari segi management yg masih kocar kacir karena kepentok kekurangan modal.kedepan saya tidak hanya ingin menjadi toko komputer online
tapi saya ingin website saya menjadi barometer dan pusat informasi komputer atau IT Indonesia, baik informasi bisnis komputer, review produk software dan hardware,dll klo versi luarnya spt tomshardware.com. tp bagaimana saya bisa memlulai utk mengambil hati Para Angel investor, punya link atau kenalan Sang Angel Investorpun saya tidak ada. Sekali lagi Salut untuk Mas Leon.