Google sucks at social!
Pagi ini saya mendapatkan sebuah kabar menarik yang nggak boleh dilewatkan. Siapa yang nggak kenal google? Perusahaan search engine raksasa yang belakangan ini mulai merambah ke area bisnis lain yang berdekatan dengan core bisnis utamanya. Terakhir, mereka meluncurkan smartphone berbasis Android yang diberi nama Nexus One.
Saya nggak akan membahas tentang Nexus One kali ini. Melainkan mengenai kiprah google di dunia ‘social web’. Di Indonesia, 2008 adalah tahun dimana Facebook ‘take off’ dan menjadi hype. Bahkan pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia.
Apa hubungannya? Facebook yang terus menggurita dan memiliki lebih dari 350 juta pengguna di seluruh dunia tentu merupakan ancaman bagi masa depan google. Karena kita semua tahu bahwa rekomendasi rekan dan teman kita memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan pertimbangan dari hasil pencarian google.
Dan rumornya, facebook memang sedang mengembangkan mesin pencari yang mampu mencari status dan updates dari penggunanya (just like twitter!).
Dan selain itu, banyak dari social media besutan google (atau yang dibeli google) sering layu sebelum berkembang. Dan kenyataannya, dunia social web itu lebih banyak membahas mengenai bagaimana sebuah teknologi membantu dan memfasilitasi hubungan antar manusia. Sementara engineer dan ahli pemrograman biasanya terkenal tidak memiliki skill bagus dalam membangun hubungan ini.
Pernah dengar Orkut? Social networking website buatan google ini mungkin memang pernah anda dengar (jujur pertama kali saya mendengarnya adalah saat nonton video pengenalan Google Wave). Tapi apakah anda memiliki teman terdaftar di Orkut? Kecuali anda adalah mahasiswa yang tinggal di Brazil, saya yakin tidak.
Pernahkah anda mendengar OpenSocial? Sebuah project yang tidak mendapatkan sambutan cukup hangat dari banyak developer. Dan tentu saja akhir tahun kemarin Google Wave sempat menjadi pembicaraan hangat oleh beberapa kalangan.
Walaupun saya pribadi (dan Beau Lebens) berpikir bahwa Google wave tidak akan sukses seperti yang diharapkan.
Mungkin platform social google yang paling sukses adalah YouTube. Itupun bukan hasil development dari Google sendiri. Dan Steve Jobs mengatakan bahwa motto “don’t be evil” dari google itu bullshit.
Hal ini seolah menginformasikan pada kita bahwa, setiap orang (ataupun setiap organisasi) punya satu keahlian hebat di satu bidang. Dan belum tentu sukses jika diaplikasikan dalam bidang lain. Dalam hal ini, google tidak terlihat cukup mampu dalam social media.
Punya pendapat lain? Silahkan berbagi disini.



Jaiku juga nggak kedengeran kabarnya tuh.. Lagipula tidak di semua negara Google Search Engine yang nomer 1. Google kalah sama Baidu (di Cina), Yandex (Rusia), Naver (Korsel), dan Seznam (Cek). Keempatnya unggul karena masing-masing mampu mengenali dengan lebih baik bahasa dan aksara di negaranya masing2.
Memang, tapi spesifik dalam hal social media, Google dan kebanyakan produknya kalah dan nggak berhasil.
At least jika dibandingkan dengan kesuksesannya di ranah search