Monday, January 17, 2011, 12:02

Harga sebuah profesionalitas

courtesy of mrpram.blogspot.com

Di salah satu milist pengusaha yang saya ikuti, ada seseorang yang bertanya mengenai profesionalitas. Dan saya ikut berdiskusi di sana. Karena saya rasa ini adalah hal yang cukup menarik, maka silahkan simak diskusi tersebut.

——————————————————————–

Assalaamu’alaykum.

Saya mau tanya, apakah ada keterkaitan antara profesionalitas
seseorang dalam bekerja dengan pembayaran (fee) yang dia terima ?

Apakah seseorang yang memiliki kemampuan/skill yang betul-betul bagus
dalam suatu bidang tidak bisa dikatakan profesional jika dia bekerja
tanpa dibayar atau bayarannya tidak sesuai dengan tingkat
keprofesionalitasnya ?

Seperti misalnya ada seseorang yang ahli di bidang teknik komputer.
Ketika ada temannya yang meminta tolong untuk membetulkan sistem
komputernya yang rusak, dia enggan untuk membetulkan dengan alasan
profesionalitas (karena tidak ada bayarannya).

Atau jika seandainya dia bersedia membetulkan tanpa dibayar, apakah
nilai profesionalitas-nya menjadi berkurang ?

Apakah memang seperti ini best practice di dunia para profesionalitas ?

Terima kasih sebelumnya atas tanggapannya …

———————————————————————-

Dan tanggapan saya adalah :

Waalaykumussalam warahmatullah

Sedikit share tentang hal ini, seringkali orang beranggapan dan berpikir dengan cara yang sederhana.

Misalnya dalam kasus ini, ada dua opsi bagi teman profesional anda di persepsi kita:

courtesy of inloughborough.com

1. menolong membetulkan sistem komputer yang rusak secara gratis.

2. menolak menolong secara gratis.

Nah, sebenarnya pilihan teman profesional anda tidak hanya itu. Yang ada di dia adalah:

1. menolong membetulkan sistem komputer yang rusak secara gratis.

2. menolak menolong secara gratis dan mengerjakan hal lain yang dapat memberikan manfaat untuk dirinya (bisa mengerjakan project lain yang berbayar, atau belajar).

Nah, disini kita harus sadar, bahwa pilihannya bukan menolong/tidak menolong. Tapi pilihannya adalah, menolong dan tidak mendapatkan imbalan, atau mengerjakan hal lain yang ada imbalannya.

Selain itu, mengenai fee maka harus disadari bahwa untuk tetap profesional, ada harga yang harus dibayar untuk belajar. ada waktu yang harus diinvestasikan untuk tetap memiliki skill yang uptodate. ada karyawan yang harus dibayar supaya ia ‘naik level’ dan mengerjakan hal lain yang lebih banyak benefit dan manfaatnya.

Karena itu anda tidak akan menjumpai seorang expert yang tarifnya ‘rendah’. Bukannya sombong atau lainnya, tapi ‘profesionalisme’ itu bukan sekedar attitude, tapi juga beban dan tanggung jawab yang efeknya pada personal branding dan yang lainnya. Dan ini semua membutuhkan biaya.

Courtesy of babyboomercaretaker.com

Jikapun anda menemukan seorang expert yang tarifnya rendah. itu berarti simply dia sedang menolong anda, atau dia memang nggak laku kalo pasang tarif terlalu tinggi. Karena batas dia masih disitu, sehingga itu yang bisa ia lakukan. Dengan tarif yang rendah.

Pertanyaannya sederhana, bagi masing masing dari kita, mana yang kita lebih prefer untuk kerjakan:

1. mengerjakan sesuatu untuk teman kita dengan imbalan Rp 5.000.000 dengan waktu yang dihabiskan 1 minggu.

2. mengerjakan sesuatu untuk klien dengan imbalan Rp 50.000.000 dengan waktu yang dihabiskan 1 minggu.

Asumsinya, tidak ada target atau benefit lain yang bisa didapat dari teman ataupun klien itu.

Pernah satu kali saya menjumpai ada seseorang yang berpromosi mengenai seminar yang diadakan oleh dia dan komunitasnya. Di promosinya, ia mengatakan bahwa seminar yang ia adakan biasanya mahal harganya, sampai jutaan rupiah. Namun karena ini untuk komunitas, cukup dengan biaya ratusan ribu saja.

Kita semua yang mendengarkan promo di atas akan berpikir sbb:
bahwa seminar yang jutaan rupiah itu, materi yang didapatkan dan hasilnya sama bagusnya dengan yang ratusan ribu tadi.

Dan setelah seminar itu selesai, banyak yang merasa tidak puas. Beberapa karena fasilitas dan teknikal yang tidak mendukung. Beberapa lagi karena materi tidak mendalam. Dan mungkin ada yang lainnya juga.

Belakangan untuk menanggapi ke’tidakpuas’an tersebut, pengisi materi seminar itu berkata bahwa, memang inilah yang bisa didapatkan dengan biaya yang murah (kurang lebih seperti itu).

Jadi, dari sedikit cerita di atas, kita dapat mengerti dan mengambil gambaran. Bahwa untuk sebuah expertise dan profesionalitas itu memang ada hal hal yang tidak bisa menggantikan harga yang pantas.

Bagaimana menurut anda? apakah anda memiliki pendapat sendiri mengenai profesionalisme? Apakah anda pernah tidak puas dengan ‘kebohongan’ serupa dengan contoh saya? Silahkan berkomentar.

Postingan Terkait

satu komentar di “Harga sebuah profesionalitas”

Tinggalkan Komentar

*

Brian Arfi
Telah Menulis 30.

Brian adalah Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Nasional 2009 kategori Industri kreatif mahasiswa. Punya minat yang sangat dalam tentang dunia web dan internet. Brian saat ini memimpin PT. DheZign Online Solution, sebuah perusahaan Web Development dan Online Marketing Agency. Selain aktif memberikan seminar mengenai entrepreneurship, bisnis online, dan online marketing, Brian juga menulis mengenai entrepreneurship, tips dan trik online marketing serta online campaign, social media, dan pelayanan pelanggan di Dhe Blog. Anda juga dapat menghubunginya melalui Facebook atau Twitter



Recent Post

IDbyte 2013 Start-Up Hunt Is Calling For Entries!

IDbyte 2013 Start-Up Hunt Is Calling For Entries!

10 Apr 2013
Membicarakan Investor di Meetup suWec

Membicarakan Investor di Meetup suWec

22 Jan 2013
suWec Meetup – Mengenal Seputar Investor

suWec Meetup – Mengenal Seputar Investor

14 Jan 2013
Mengenal dan Menggunakan Framework CSS Twitter Bootstrap

Mengenal dan Menggunakan Framework CSS Twitter Bootstrap

25 Sep 2012
Indonesia, Pasar Teknologi Superpower di Asia

Indonesia, Pasar Teknologi Superpower di Asia

20 Sep 2012
Konferensi, Kompetisi Startup dan Hackathon SparxUp 2012 Kembali Hadir

Konferensi, Kompetisi Startup dan Hackathon SparxUp 2012 Kembali Hadir

31 Aug 2012
Buka Bersama – Meetup suWec “Membuat Mobile App yang Bagus dan Menjual”

Buka Bersama – Meetup suWec “Membuat Mobile App yang Bagus dan Menjual”

9 Aug 2012