Social Media untuk Entrepreneur (*baca UKM)
Fenomena social media sangatlah luar biasa. Setiap orang ingin menunjukkan eksistensinya di social media. Mulai artis, pelukis, pembicara, motivator, sampai tetangga sebelah rumah pun ingin exsist (baca : narsis). Prediksi majalah Time beberapa tahun yang lalu benar-benar terwujud, the person of the year is : YOU.
Kini setiap pebisnis mulai dari level korporasi hingga usaha yang baru buka kemarin pun ingin masuk meramaikan social media. Mulai kelas perusahaan kelas dunia seperti Dell dan starbucks, sampai jualan bakso pun ingin ikut berpartisipasi.
Facebook dan twitter memang melihat brand besar maupun usaha kecil sebagai satu level yang setara. Itulah hebatnya social media. Beda dengan billboard di depan senayan yang memang hanya mampu “dibeli” oleh perusahaan berkapitalisasi besar.
Dengan kesetaraan brand ini, entrepreneur maupun usaha kecil memiliki kesempatan yang sama untuk bersosialisasi. Malah beberapa merk pemula lebih digemari dilihat dari jumlah fansnya. Di facebook Pebatik Danar Hadi memiliki 1400-an fans, kalah dengan pasar batik 2600-an fans atau gerai batik dengan 3100-an fans.
Harus disadari oleh entrepreneur dan usaha kecil bahwa untuk masuk ke dunia social media berbeda dengan pemilik brand besar ataupun selebriti. Sangat mudah bagi band dewa atau merk KFC untuk dikenal, dijadikan fans, dan difollow. Ada 4 yang dapat digunakan sebagai tujuan dalam masuk di social media bagi entrepreneur.
1. Sarana komunikasi
Seringkali konsumen ingin bertanya lebih detail tentang produk, bagaimana transaksinya, bagaimana cara menggunakannya dapat dengan mudah berkomunikasi dengan penjual. Social media semacam facebook dapat dengan mudah menjadi sarana komunikasi ini. Cukup kirim pesan lewat wall ataupun inbox. Kemudahan dan perhatian dari penjual untuk merespon komunikasi menjadi kesuksesan brand dan penjualan.
2. Mencari teman / viral
Dari data facebook, 1 account rata-rata memiliki 130 teman. Artinya jika brand atau produk kita dibicarakan di social media maka secara langsung akan menyebar luas. Kekuatan viral inilah yang harusnya juga dioptimalkan oleh entrepreneur dengan menjaga interaksi di social media, memberikan produk dan layanan terbaik.
3. Sarana Edukasi
Beberapa produk khusus / unik memerlukan penjelasan dan edukasi kepada calon konsumen dan konsumen. Social media dapat menjadi sarana untuk mengajarkan hal-hal positif terkait produk. Misal ketika menjual batik, kita mengedukasi bagaimana tentang merawat batik dengan benar.
4. Sarana promosi
Promosi adalah salah satu nadi dalam bisnis. Social media pada dasarnya sangat membenci promosi. Sehingga promosi di social media haruslah dilakukan dengan elegan. Hindari spam dan biasakan meminta konfirmasi (baca : ijin) jika kita mengirimkan info secara reguler. Gunakan fasilitas beriklan yang telah disediakan sehingga tidak mengganggu privasi fans maupun konsumen kita.
Selamat bersosialisasi dan berinteraksi di social media.



Ooo.. begitu. Pantesan kalau saya sering di tag-tag foto produk oleh ‘friend’ yang nggak dikenal rasanya gimana gitu. Selain wall jadi kotor, lelah juga membersihkannya. Kalaupun produknya bagus, ada rasa-rasa risih juga awalnya. Saya lebih suka nge-klik iklan di samping kanan, karena memang saya tertarik.
Ternyata ngiklan di facebook ada etikanya juga toh ^^
pura pura nggak tau ato gimana nih? perasaan ini kan sering kuceritain juga ke kamu to?
Wew. Sering toh? Berarti masuk kuping kiri keluar kuping kanan. ~_~. Baru kerasa efek jeleknya setelah belakangan ini banyak di tag-in
Mas, saya ada mengutip tulisannya di artikel ini mengenai viral marketing di social media untuk artikel di blog saya. Terima kasih, Mas, sebelumnya. Mohon maaf baru memberitahu. Memang menurut saya, cara bisnis online untuk berkomunikasi dengan calon customer harus diubah, harus dengan menggunakan pendekatan dengan karakteristik yang mencontoh pada viral marketing.
Silahkan mas. Nggak perlu minta ijin sebenernya
itu kan istilah kerennya reblogging.
Dan memang bagus
saya udah baca artikelnya. Nice piece. Hanya, mungkin dengan cara penyampaian yang lebih bagus, artikel lebih enak dibaca. Latihan nulis untuk rumahdot lah
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by dhezign: NEW at http://j.mp/Dott : Ooo.. begitu. Pantesan kalau saya sering di tag-tag foto produk oleh ‘friend’ yang nggak … http://bit.ly/aCySCP...
[...] bukan dengan tujuan untuk mengiklankan. Menurut Annas Ahmad di artikelnya pada RumahDot.com di sini, Social Media menjadi sumber viral yang paling bagus. Jadi, menurut saya, dampak sosial dari [...]
dengan adanya facebook dan twitter, akhirnya setiap orang punya medianya sendiri.
media yg kontennya menarik, pasti akan diminati. bahkan dielu-elukan.
konten yg menarik seperti apa?
menurut saya, paling tidak.. konten tersebut secara isi memang dibutuhkan khalayaknya dan secara kemasan (baca: bahasa) memang sesuai dengan khalayak yang dituju.
yoi mas, lha wong namanya nyepam = ganggu , pastinya ga akan mau baca dong, langsung hapus aja heeee
sampai suwandi chow pun membuat panduanya sendiri untuk para entrepreneur