Tuesday, February 2, 2010, 12:40

Tantangan Online Startup – Lingkungan yang tidak mendukung

Di event wordcamp indonesia 2010 kemarin, saya banyak berdiskusi (dan bikin sesi sendiri) dengan para pelaku industri online di Indonesia. Tentu saja saya dapat banyak ilmu dan pengalaman yang sulit didapatkan kecuali dari para pelakunya langsung.

Salah satu diskusi menarik yang saya dapatkan kemarin adalah bersama Beau Lebens, dari Automattic, perusahaan yang ada dibelakang suksesnya wordpress. Luar biasa sekali karena ternyata seluruh tim Automattic (wordpress, intensedebate, dll) hanya memiliki sekitar 55 orang di dalamnya. Sebuah perusahaan kelas dunia yang ternyata hanya di manage oleh total 55 orang!

Ngobrolnya tentu saja menggunakan bahasa bule Inggris. Dan akhirnya pertanyaan lama yang terus bikin saya penasaran tentang bagaimana cara wordpress menghasilkan uang terjawab sudah. Selain itu saya dan Beau juga ngobrol tentang industri online secara umum. Startup di US (california) itu banyak yang sukses karena ekosistemnya mendukung.

Ekosistem disini dalam artian investor, venture capital, dan pemerintah tentu saja. Bandingkan dengan mantri penerangan menkominfo kita yang nggak punya minat (dan bahkan mungkin nggak ngerti!) bahwa industri online itu eksis dan ada (relax, AIWI‘s working to make him notice that).

Dan ternyata eh ternyata, di US juga sama. Web Programmer yang jagoan biasanya otodidak. Nggak ada hubungannya dengan gelar yang didapatkan di kampus. Lalu obrolan juga nyangkut mengenai sistem pendidikan yang… let’s just say JUAUH BERBEDA! ;)

Nah, Beau bercerita bahwa biasanya pendidikan tinggi di US itu mahal. Dan karena mahal itu, mereka mampu mengundang orang-orang sukses yang bukan profesor/dosen untuk kembali ke kampus dan mengajar. Disanalah inti letak perbedaannya.

Kita semua tahu, bahwa para profesor dan dosen, terutama di Indonesia itu biasanya sangat sulit menerima masukan orang lain. Nggak semua memang, tapi kenyataannya kebanyakan seperti itu. Dengan gelar yang sangat tinggi, kebanyakan mereka sulit menerima kenyataan lain di luar pemahaman mereka.

Dan karena alasan utama itulah, tidak ada satupun pendidikan tinggi di Indonesia yang mengajarkan tentang web programming, web designing, apalagi web business. Jadi, lingkungan pendidikannya sendiri tidak mendukung. Dan karena itulah startup yang bermunculan sering layu sebelum berkembang.

Kedua, saat ini saya belum pernah menjumpai adanya angel investor profesional (venture capital) di Indonesia. Ingat, angel investor itu bukan private equity yang berinvestasi pada perusahaan yang sudah berjalan dan dalam tahap pengembangan. Angel investor adalah mereka yang berinvestasi pada perusahaan yang dalam tahap memulai, tahap pembentukan.

Dan ketiga, tidak ada peran aktif dari pemerintahan kita. Coba tengok ke-14 kategori industri kreatif di Indonesia… apakah ada industri online atau industri web di sana? saya yakin tidak.

Dengan tidak adanya dukungan. Tidak dianggap keberadaannya, serta iklim investasi yang jelek di Indonesia, rata-rata startup lokal perlu usaha ekstra keras untuk dapat sukses menjalankan startup businessnya. Tapi ingat, begitu ada yang sukses, itu artinya mereka jauh lebih teruji dan lebih tahan banting karena mereka bisa survive di iklim yang tidak mendukung.

Punya pendapat lain? Silahkan tulis disini :)

Postingan Terkait

9 komentar di “Tantangan Online Startup – Lingkungan yang tidak mendukung”

  1. lain kali kalo mau bikin sesi sendiri, unjuk tangan. biar stage saya kosongin :p

    • Brian Arfi says:

      huehue…. sori ya bos Valent :D saya bukan orang yang paham dengan teknis coding dan designing. Jadi ya yang dikerjain networking hihihi :)

      Makasih bnayak atas eventnya. saya bener bener belajar BUANYAK disana :)

  2. Fachry says:

    saya berpikir situasi seperti ini justru adalah blessing in disguise, tidak supportnya pemerintah justru mendorong kita untuk lebih kreatif dan mandiri..just like you said, “mereka jauh lebih teruji dan lebih tahan banting karena mereka bisa survive di iklim yang tidak mendukung”

    menurut saya, investor datang itu hanya soal matter of time, seperti kata pepatah “ada gula ada semut”

    So, mari rapatkan barisan untuk saling mendukung dan menyemangati sesama web developer khususnya, dan sesama pelaku industri kreatif umumnya

    kita pasti bisa bro! bukankah anda sendiri sudah membuktikannya? gelar juara itu bukan lewat usaha instant kan?

    salam kenal :)

    • Brian Arfi says:

      Salam kenal juga mas Fachry :)

      Sudah daftar AIWI kan? Harus daftar ya untuk mendukung pertumbuhan industri online.

      Gelar juara kemarin memang bukan instant, lebih karena jatuh bangun dan berdarah darat :)

  3. tetep mesti kreatif, justru industri internet itu memungkinkan untuk memulai dengan biaya rendah, tidak seperti industri offline, wong yang industri offline juga banyak yang dimulai dari apa adanya, apalagi online :)

    eh.. jawaban yang ini apa? di share donk mas
    "Dan akhirnya pertanyaan lama yang terus bikin saya penasaran tentang bagaimana cara wordpress menghasilkan uang terjawab sudah"

    • Brian Arfi says:

      Memang bener pak Siswo, tapi ada batasan yang sangat jelas sampai dimana sebuah kreativitas dapat mengantarkan kita dalam berbisnis. Pada akhirnya untuk memanen uang kita memang harus menginvestasikan uang.

      Dan modal memang menjadi sesuatu yang sangat krusial.

      Tanpa modal, kita tidak dapat menghire web programmer yang jagoan klo nggak ada modal, sehingga web programmernya masih belajaran dan apa yg harusnya bisa selesai 2 bulan baru diselesaikan 6 bulan.

      Tanpa modal, kita masih ribet dan bingung tentang bagaimana caranya untuk tetap hidup dan running (ada pemasukan) akhirnya kebutuhan/permintaan user akan terabaikan.

      Hal-hal di atas tidak terjadi pada facebook, google, twitter, dan lainnya :)

      Jawaban dari bagaimana wordpress makes money?

      Salah satunya yang memberikan income signifikan adalah premium membership. Ternyata banyak orang yang mengupgrade jadi premium membership.

      Dan…. wordpress nggak seprofitable yg kita semua bayangkan. They just make little profit.

  4. ya sekali lagi tergantung web yang akan dibuat mas, kalau jaman dulu mungkin ya, untuk buat harus butuh skill, sekarang?? just click and play :) , kecuali kita develop aplikasi yang sifatnya unik. Kalau sekedar blog, online store ataupun web2 informasi, cukuplah wordpress atau joomla atau script2 online store yang opensource.
    nuwun

    • Brian Arfi says:

      Nah PERSIS! itu dia pak.

      Saya sebenernya lebih bicara tentang mental. Karena kemudahan click and play. UKM banyak yang punya mental DIY (Do It Yourself). Apa apa maunya dikerjain sendiri semuanya.

      Mulai bikin toko online, masarin, sampai nungguin, ngelayanin customer komplain, dll. Pertanyaan saya: itu bisnis, atau dagang?

      Dan satu lagi, mental yang menganggap bahwa semuanya nggak ada harganya/murah, tapi punya ekspektasi yang luar biasa. Misalnya, begitu bikin toko online SELURUH DUNIA bisa liat (salah banyak internet marketer gendheng yg ga tau malu juga sebenernya, promosi ga liat tempat). Padahal untuk bisa dilihat seluruh dunia, GA KALAH MAHAL dengan nyewa tempat strategis di dunia nyata.

      Coba deh pikir, seandainya anda menanamkan modal 100rb pada toko online anda. Dan anda menanamkan modal 100juta pada toko off line anda. MUNGKINKAH hasil toko online mengalahkan hasil offline? Tentu tidak.

      Kalo anda invest 100 juta di online dan cuma 100rb di offline, saya YAKIN hasil online akan lebih besar dibanding offline.

      Konsepnya sama. Apa yang ditanam, dituai. Kalo nanam dikit, panen dikit. Nanam banyak, panen banyak. Offline/Online sama saja :)

      Jangan dikiria bisnis online nggak butuh duit :)

  5. arief says:

    wah menarik mas.. Saya dan temen2 lagi bikin web yang niatnya jadi startup.. Butuh masukan2 langsung dari yg berpengalaman.. :D
    Dari sekian startup yg saya tau, saya suka dengan konsepnya ngomik.com .. Tp ga tau mereka sudah menguntungkan atau blm..
    Pertanyaan saya, untuk memulai startup online harus diikuti dengan membentuk komunitas ga sih mas? thx jawabannya..

Tinggalkan Komentar

*

Brian Arfi
Telah Menulis 30.

Brian adalah Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Nasional 2009 kategori Industri kreatif mahasiswa. Punya minat yang sangat dalam tentang dunia web dan internet. Brian saat ini memimpin PT. DheZign Online Solution, sebuah perusahaan Web Development dan Online Marketing Agency. Selain aktif memberikan seminar mengenai entrepreneurship, bisnis online, dan online marketing, Brian juga menulis mengenai entrepreneurship, tips dan trik online marketing serta online campaign, social media, dan pelayanan pelanggan di Dhe Blog. Anda juga dapat menghubunginya melalui Facebook atau Twitter



Recent Post

Diskusi Platform Mobile App di Meetup suWec

Diskusi Platform Mobile App di Meetup suWec

28 Jan 2012
Google Maps API, JSON, dan jQuery?

Google Maps API, JSON, dan jQuery?

27 Jan 2012
Sesi Sharing FreSh Surabaya : Untuk Kota Kita

Sesi Sharing FreSh Surabaya : Untuk Kota Kita

18 Jan 2012
suWec Meetup: Tren Aplikasi Mobile

suWec Meetup: Tren Aplikasi Mobile

27 Dec 2011
Kontes SEO tentang Software Keuangan Zahir Accounting

Kontes SEO tentang Software Keuangan Zahir Accounting

26 Dec 2011
Saling Sharing Mewujudkan Ide Kreatif di @FreShSby

Saling Sharing Mewujudkan Ide Kreatif di @FreShSby

23 Dec 2011
Blaast Tawarkan Kemudahan Mendevelop Aplikasi Mobile

Blaast Tawarkan Kemudahan Mendevelop Aplikasi Mobile

20 Dec 2011