Monday, June 27, 2011, 12:01

Tips Praktis Meningkatkan Karier untuk Desainer Pemula

Seorang desainer pemula yang baru bergabung di perusahaan atau agency umumnya merasa bingung untuk melakukan adaptasi di dunia kerja. Ada perbedaan signifikan yang dihadapi dibanding semasa kuliah. Bukan hanya skill yang “bermain” di sini, tetapi juga kreativitas untuk menjalin relasi dan kerja sama dengan kolega, kemampuan bernegosiasi, termasuk kemampuan dalam mempresentasikan diri sendiri.

Seorang newbie perlu mengoptimalkan potensinya agar meningkatkan kariernya di perusahaan, apa sajakah tipsnya? Simak 7 tips praktis berikut ini:

1.Jangan Malu untuk Bertanya
Tidak semua lulusan sekolah desain grafis berkesempatan untuk menimba pengalaman bekerja di perusahaan . Jika mendapat kesempatan itu, bersikapah rendah hati. Walaupun anda mengetahui dan memahami job desk anda, jangan malu untuk menanyakan sesuatu yang anda tidak yakin mengetahuinya secara detil.

Selalu pastikan bahwa anda tahu dan yakin benar tentang apa yang harus anda lakukan dalam perusahaan. Bertanya bukan saja bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan anda, tetapi juga penting untuk meningkatkan hubungan relasi dengan rekan kerja dan senior anda.

2.Jadilah Anak Gaul
Ya. Anda tidak salah baca. Jadilah anak gaul dan bergabunglah dengan rekan kerja termasuk senior anda di kantor (syukur-syukur bisa dekat dengan bos juga! :) ). Intinya anda perlu menjalin komunikasi yang hangat, serta, proporsional dengan individu di perusahaan.

Tidak perlu lebay dengan bercerita hal-hal yang kelewat batas. Lakukan perbincangan sewajarnya dengan tetap menghormati pihak lain sebagaimana anda ingin diperlakukan, misal dengan mengingat nama setiap orang di lingkungan bidang anda, menyapa, atau berbincang ringan selama istirahat makan siang juga bisa dilakukan. Selain berfungsi menjaga eksistensi, anda dapat menciptakan jaringan yang memudahkan kerja sama dengan orang lain.

3.Menyatu dalam Tim
Lingkungan kerja di perusahaan atau agency membuat anda mau tidak mau berhubungan dengan tim. Dalam hal ini anda tidak bisa mengerjakan sesuatu seorang diri (ataupun mengklaim tugas sebagai karya anda sendiri) meskipun anda merasa mampu.

Ingat karena anda bukan self-employed yang bebas mengerjakan dan memilih apa yang ingin dikerjakan sendiri, apa yang anda lakukan kini berdasarkan usaha bersama yang ada di bawah bendera perusahaan. Jadi, sikap untuk kooperatif, saling mendukung dan mengakui jerih payah anggota tim perlu untuk dilakukan.

4.Ungkapkan Ide
Seorang desainer pemula kadang merasa bingung menyampaikan ide-ide atau pendapat di kepalanya. Perasaan tidak pantas, malu, atau bahkan takut dihina rekan kerja yang lebih senior membuat ide-ide yang mungkin saja brilian, menjadi tidak tersalurkan. Segera hapus pikiran-pikiran tersebut.

Jika memang ide atau pendapat anda layak untuk didiskusikan, mengapa tidak? Sampaikan dengan argumen yang masuk akal dan relevan, biarkan orang lain tahu upaya kontribusi anda terhadap perusahaan. Setidaknya anda bisa mengetahui feedback dari yang lain tentang ide anda. Anda pun bisa meningkatkan potensi, dan orang lain bisa mengubah persepsi tentang diri anda.

5.Teratur itu Perlu!
Beban kerja di perusahaan berbeda dengan apa yang dihadapi semasa masih sekolah/kuliah. Atur sistem kerja anda sendiri mulai dari job-job mana yang harus diprioritaskan agar semua terselesaikan tepat waktu. Tidak ada salahnya membuat to do list yang dipasang di meja kerja anda, atau membuat arsip dokumen yang diatur sedemikian rupa sehingga bisa memudahkan anda untuk menyimpan dan mencarinya kembali.

Untuk anda yang sebagian besar menyimpan pekerjaan dalam bentuk online tak ada salahnya anda berjaga-jaga membuat backup data offline dalam bentuk digital atau cetak. Kita memang tidak berharap terjadi sesuatu dengan piranti online kita, tetapi, siapa yang tahu?

6.Kritik untuk Lebih Baik
Kalangan desainer pemula umumnya sangat sensitif dengan kritik. Kritik acapkali dianggap sebagai ungkapan ofensif yang menyerang harga diri. Apalagi jika orang yang mengkritik dianggap tidak lebih kompeten dengan dirinya. Jika anda juga merasa demikian, sadarilah bahwa kritik itu memiliki “sisi yang membangun” yang (mungkin) tidak tersampaikan secara verbal.

Jika anda menyadari sisi positifnya, anda akan melihat bahwa kritik bisa membantu anda memperbaiki kemampuan anda menjadi lebih baik dan mengajari anda secara personal untuk bisa bersikap “tahan banting” terhadap lingkungan bisnis yang memang “keras”.

7.Stay Update, Terus Belajar
Apakah seseorang yang telah menyandang predikat sarjana atau master desain menjamin kualitas skill-nya lebih baik daripada seorang otodidak? Belum tentu. Seorang desainer perlu terus mengupdate pengetahuannya. Belajar tidak hanya diperoleh di sekolah formal saja, apalagi sudah ada “Google” yang tampaknya menjadi pusat informasi rujukan.

Jadikan belajar sebagai proses yang terus berkesinambungan dalam hidup anda. Bukan hanya soal teori atau teknik bereksplorasi dengan software desain, tetapi juga ilmu-ilmu yang lain. Ingat bahwa desain tidak hanya berfungsi estetis, tetapi juga untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi dengan sesama manusia lain.

Itulah mengapa desain pun bersifat multidisipliner, di mana anda perlu juga mempelajari hal-hal lain yang bisa mendukung kinerja anda, semisal, ilmu komunikasi, antropologi, kesehatan, web design, marketing, manajemen, IT, sosiologi, fotografi, atau ilmu yang lain.

Demikianlah 7 Tips Meningkatkan Karier untuk Desainer Pemula. Bagaimana menurut anda?

image courtesy of businessinsider.com

Postingan Terkait

Tinggalkan Komentar

*