TokoPedia got new Investors!
Oke, di posting sebelumnya tentang hambatan online startup saya sudah menuliskan bahwa sulit sekali menemukan angel investor di Indonesia ini. Paling tidak jika dibandingkan dengan negara tetangga kita di US (jauh amat tetanggaannya).
Tentu saja ini tidak menghambat beberapa startup untuk tetap memperoleh pendanaannya. Beberapa yang saya tahu mendapatkan pendanaannya sejak awal berdiri adalah GantiBaju.com dan TokoPedia.com.
Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai tokopedia. Anda semua pasti sudah pernah mendengar tentang tokopedia. Sebuah online marketplace yang menyediakan ‘escrow’ untuk keamanan transaksi para penggunanya. Dan walaupun saya pribadi merasa interfacenya bukan untuk orang yang gaptek, kesuksesannya patut diacungi jempol.
Yang menarik, dalam sebuah post di Blognya Tokopedia mengklaim bahwa perputaran uang total sejak pertama kali launch 17 Agustus 2009 yang lalu sudah mencapai 1 Milyar. Rama juga sudah menulis tentang ini di DailySocial dan anda bisa membacanya untuk referensi lanjutan.
Tentu saja saya tidak bisa tahu apakah total perputaran 1 Milyar itu murni transaksi yang sudah terjadi, ataukah hanya inquiry yang belum ‘deal’. Kita semua tahu bahwa micropayment di Indonesia belum jalan sehingga transaksi yang terjadi di Online tidak akan final tanpa aksi nyata transfer uang melalui m-banking, ATM, atau online banking.
Anyway, terlepas dari semua itu, yang menarik adalah bahwa di DailySocial, Rama menuliskan bahwa TokoPedia ini dimulai dengan budget awal Rp2,5 Milyar! Memang bukan angka yang sangat besar untuk skala sebuah bisnis, tapi ini adalah angka yang BESAR SEKALI dibandingkan kebanyakan investasi yang dibutuhkan untuk memulai sebuah online startups.
Di Blognya, William Tanuwijaya mengakui bahwa untuk mencapai angka ini, mereka harus keliling dan mencari investor sampai lebih dari 2 tahun lamanya. Sebuah usaha keras yang luar biasa.
Hebatnya lagi, William menuliskan di Blog tokopedia 28 Januari 2010 kemarin bahwa mereka baru saja mendapatkan investor baru. Dan hanya dibutuhkan waktu 28 jam untuk mendapatkannya. Di sana dituliskan bahwa investasi baru ini mampu untuk mengcover semua expense yang akan muncul di 2010 ini, walaupun jumlahnya secara jelas tidak disebutkan, saya yakin angka riilnya lebih dari Rp 500 juta.
Tentu saja ini membuat saya penasaran tentang bagaimana mereka mampu mendapatkan investasi seperti ini sementara kebanyakan startup lainnya harus berjuang dengan zero initial investment.
Segera setelah saya kembali ke Jakarta saya akan mencoba untuk minta waktu pada William untuk interview singkat. Yang semoga dari sana bisa diambil banyak pelajaran, tips, dan kiat untuk mendapatkan investor pada startup yang kita bangun.
Doakan saya bisa melakukan interview ini ya



maradona said on Thursday, February 4, 2010, 9:39
Semoga lancar
mantab..
7 strategi membuat Online Marketplace dengan biaya murah meriah (1) | Artikel Inspirasi, Motivasi dan Strategi Bisnis Internet Online By SiswoNugroho.com said on Monday, February 15, 2010, 23:49
[...] adalah hasil diskusi di milis komunitas entrepreneur saya tangandiatas yang isunya berasal dari rumahdot.com . Diskusinya hangat seputar payment gateway lokal dan sebuah kemajuan luarbiasa dari startup lokal [...]William Tanuwijaya said on Monday, February 15, 2010, 17:37
Mau klarifikasi saja soal bagian: "Tentu saja saya tidak bisa tahu apakah total perputaran 1 Milyar itu murni transaksi yang sudah terjadi, ataukah hanya inquiry yang belum ‘deal'"Seluruh data transaksi yang di publish di blog Tokopedia pada section milestone adalah mengacu pada transaksi yang sudah selesai. Sudah selesai disini dalam artian telah menempuh 1 flow penuh hingga penjual melakukan penarikan dana atas nilai transaksi yang telah terjadi.
Brian Arfi said on Monday, February 15, 2010, 18:48
Wah, bosnya TokoPedia langsung mampir nih
Terima kasih klarifikasinya bos. Very much appreciated.
Berarti bisa langsung ditodong wawancara nih? Boleh kan mampir ke kantor?
William Tanuwijaya said on Thursday, February 18, 2010, 4:08
Haha sip Pak Brian Arfi, kapan-kapan kalau memang lagi di Jakarta bisa mampir ke kantor buat sharing seputar bisnis internet tanah air.