Wednesday, May 9, 2012, 16:43

Panduan Singkat untuk Maintenance Website

Salah satu keuntungan dari media online adalah kemampuan untuk memodifikasi, memperbarui dan memperbaiki konten setiap saat, tanpa memerlukan banyak biaya. Artikel ini membahas tentang apa saja yang harus dilakukan oleh pengelola website untuk menjaga situs mereka tetap relevan dengan tren terkini, dan mudah diakses, setelah beberapa waktu dari peluncuran awal. Panduan ini bukan semata-mata tentang memperbarui konten umum sebuah website atau dari sisi visual saja, melainkan juga beberapa tips untuk maintenance website yang lebih baik.

Gambar: gibraltardatabases.com

1. Pastikan Konten Website untuk Selalu Rapi dan Diperbarui Secara Teratur

Ketika sebuah website telah memiliki ratusan atau bahkan ribuan halaman konten, kadang banyak bagian dari konten tersebut yang ketinggalan zaman. Selama proses maintenance, Anda harus memeriksa secara berkala isi statis dari sebuah website yang mungkin memerlukan koreksi atau update. Untuk konten semisal berita, Anda tidak perlu memperbaruinya karena memang sudah sepantasnya konten tersebut menjadi usang. Tetapi sebuah website mungkin juga mengandung artikel yang selalu dibutuhkan sepanjang masa, tanpa ada jangka waktu untuk menjadi usang. Untuk konten seperti itu, solusi terbaik adalah dengan memasukannya pada kategori khusus. Sebagai web developer, proses maintenance konten mungkin tidak termasuk dalam tanggung jawab Anda, tetapi jika Anda memiliki blog pribadi, pemeliharaan konten harus selalu dilakukan pada maintenance rutin.

  • Kebijakan Privasi, Ketentuan Layanan dan Syarat & Kondisi: Masalah hukum bisa saja timbul jika hal-hal yang disebutkan dalam kebijakan privasi tidak lagi mencerminkan standar perusahaan saat ini. Kajian berkala atas dokumen hukum harus menjadi bagian penting dari maintenance rutin Anda.
  • Dokumentasi Software: Dokumentasi untuk produk atau jasa harus diperbarui secara berkala berdasarkan versi software terbaru atau perbaikan bug yang dilakukan. Jika memungkinkan, jadwal maintenance harus mencakup perubahan berkala, koreksi dan update pada dokumentasi tersebut, baik untuk format online dan offline-nya.
  • Rawat blog Anda: Jika Anda mengundang pembaca untuk berpartisipasi lebih aktif diblog Anda, Anda harus memastikan bahwa berita, artikel atau posting blog tidak memiliki komentar spam. Seringkali, Anda perlu secara manual menghapus komentar yang berisi link ke website yang mencurigakan. Selain itu, perlu juga untuk mempertimbangkan kembali tag yang Anda gunakan. Beberapa tag dapat dimodifikasi atau diubah untuk lebih relevan pada tema artikel Anda. Dan mungkin juga Anda perlu menonaktifkan komentar untuk artikel-artikel yang memiliki traffic tinggi, untuk menghindari komentar spam.

2. Pengujian Kompatibilitas Browser

 

Gambar: efflux.co.in

Pastikan bahwa semua bagian dari website Anda berjaan dengan benar pada berbagai macam browser. Tugas ini harus dimasukkan dalam rutinitas maintenance Anda. Perlu diingat juga bahwa kode HTML yang semantik dapat memudahkan kita dalam hal kompatibilitas browser. Anda mungkin perlu menguji secara manual misalnya untuk versi terbaru dari IE, Firefox, Opera, Chrome dan Safari. Jangan lupa juga untuk menguji website Anda secara teratur pada OS yang berbeda, setelah melakukan perubahan pada kode dan isinya. Situs Anda mungkin bekerja dengan baik dengan Safari versi Windows, tetapi tidak begitu baik dengan Safari pada Mac.

3. Mengevaluasi dan Memvalidasi Kode Sesuai Web Standards

Biasanya, proses maintenance juga mencakup pengujian untuk validasi halaman website, terutama setelah memperbarui atau menambah konten website. Validasi ini meliputi kode styling CSS dan juga markup HTML.

Markup HTML yang ‘ringan’ dan ‘bersih’.

Periksa apakah pada elemen website Anda terdapat kode yang dapat disederhanakan. Seorang web developer kadang menderita penyakit yang disebut”Divitis”, yaitu kecenderungan untuk menggunakan <div> berlebihan atau tidak tepat. Dalam beberapa kasus, Anda dapat menghapus beberapa tag <div> tersebut jika memang tidak diperlukan. Tag <div> memang sering diperlukan dalam kode HTML Anda. Tapi pada umumnya, kode yang dirancang dengan baik akan tetap fleksibel tanpa banyak menggunakan tag <div>.

Selain itu perlu diperhatikan juga tentang penggunaan atribut. Apa yang terjadi jika Anda memiliki terlalu banyak atribut dalam kode Anda? Markup HTML akan lebih mudah untuk dikelola dan terlihat lebih bersih jika Anda menghindari penggunaan id dan class  yang berlebihan. Dengan menggunakan teknik inheritance pada CSS, Anda tidak perlu menargetkan setiap elemen pada kode HTML untuk mengatur tampilannya. Hal ini akan membuat kode Anda jauh lebih mudah dikelola.

Gambar: smashingmagazine.com

Memperbaiki kode Javascript

Jika Anda banyak menggunakan custom JavaScript, terutama jika Anda menggabungkannya dengan beberapa library JavaScript, perbaikan dan optimisasi Javascript tentu sangat bermanfaat agar bisa berjalan dengan sempurna.

Optimisasi Kode CSS

Setelah melalui beberapa proses development yang berkelanjutan, kode CSS bisa menjadi terlalu besar, mungkin juga sulit dibaca dan dikelola. Jika Anda memiliki pemahaman kuat tentang konsep CSS, semua penambahan atau perbaikan CSS yang diperlukan di masa mendatang tentu dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dengan banyaknya kode CSS yang ada, terkadang akan terjadi redudansi yang bisa menghambat kinerja website itu sendiri.

Sebelum mengoptimalkan kode CSS, Anda harus yakin bahwa kode CSS tersebut valid. Bug pada kode CSS dapat menimbulkan masalah yang tidak diinginkan jika Anda memutuskan untuk melakukan optimisasi secara otomatis menggunakan tool.

Anda bisa juga secara manual mengoptimalkan kode CSS untuk memperkecil kesalahan dan masalah yang timbul jika menggunakan metode otomatis. Anda dapat menggabungkan beberapa kode CSS untuk mengurangi HTTP request yang tidak perlu. Selain itu, Anda mungkin bisa mengubah nama id atau class agar lebih efektif. (Sebagai contoh, menggunakan ”promo-box” sebagai nama class lebih tepat dibandingkan dengan “red-box” karena warna bisa saja berubah sesuai kebutuhan).

4. Meningkatkan Aksesibilitas

Jika Anda telah memvalidasi markup dengan benar dan menggunakan teknik yang baik dalam development sebuah website, maka kemungkinan besar, konten website Anda dapat diakses oleh mereka yang mengunjungi situs tersebut menggunakan teknologi bantu seperti screen reader. Tapi karena konten yang terus diupdate juga dapat mempengaruhi, maka evaluasi aksesibilitas sebuah website harus disertakan dalam jadwal maintenance.

Mengevaluasi Akses Mobile

Masih banyak pemilik website yang enggan mengembangkan versi mobile dari situsnya, baik untuk menghemat waktu dan juga karena banyak perangkat mobile terkini yang cukup handal dalam menampilkan website sesuai versi desktop-nya. Meskipun demikian, itu saja bukan jaminan. Anda harus tetap menguji situs Anda dengan menggunakan mobile browser populer dan platform terkini, seperti Chrome di Android dan Safari di IOS.

Jika versi mobile Anda sudah berjalan dengan baik, Anda dapat terus melakukan evaluasi pada konten terkini dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

5. Meningkatkan SEO

Sebagai admin website, Anda mungkin tidak terlalu mahir pada tugas yang berhubungan dengan SEO. Namun, jika itu adalah proyek pribadi, Anda bisa melakukannya sendiri.

Kode semantik dan terstruktur dengan baik secara otomatis mendapatkan banyak manfaat pada SEO, bahkan jika Anda menggunakan teknik optimasi biasa. Seiring berjalannya waktu, penggabungan dari berbagai metode optimasi dapat meningkatkan peringkat situs Anda.

Secara umum pada optimasi SEO secara onsite bisa dilakukan dengan perbaikan pada frase kata kunci, deskripsi meta dan tag title yang harus dilakukan secara teratur, seiring dengan berkembangnya website tersebut. Jangan lupa juga untuk mengoptimalkan judul halaman web dan struktur link internalnya.

Kesimpulan

Membiarkan website Anda begitu saja, beberapa waktu setelah peluncuran awal adalah seperti dengan membeli mobil baru tanpa mengganti olinya, yang akhirnya, mobil Anda akan mengalami kerusakan mesin.

Pemeliharaan situs secara berkala sangat berperan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang dari website Anda.

Tinggalkan Komentar

*