Memanjakan IE dengan CSS3 menggunakan PIE
Cukup itu saja preambule-nya, sekarang mari kita mulai bermain.
Langkah 1:
Download dahulu ramuan ajaib kita, sebuah behavior IE bernama PIE, di sini.
Langkah 2:
Upload file PIE.htc tersebut ke server.
Langkah 3:
Now, we’re good to go. Silakan gunakan properti CSS3 pada website Anda. Contoh sederhana, mari kita buat border-radius:
#SpongeBob {
border: 1px solid #999;
-webkit-border-radius: 10px;
-moz-border-radius: 10px;
border-radius: 10px;
}
Langkah 4:
Tinggal kita masukkan behavior ke target kita tersebut:
behavior: url(path/to/PIE.htc);
Secara lengkap akan seperti ini:
#SpongeBob {
border: 1px solid #999;
-webkit-border-radius: 10px;
-moz-border-radius: 10px;
border-radius: 10px;
behavior: url(path/to/PIE.htc);
}
Catatan: Yang harus diingat bahwa path/to/PIE.htc ini relative ke file html kita, bukan dengan file css-nya. Pada beberapa kasus, CSS Pie tidak akan berjalan karena masalah relative path ini. Misal pada wordpress yang memakai pretty permalink, maka tipsnya adalah, letakkan file PIE.htc pada root folder, kemudian pada CSS tulis line berikut: behavior: url(/PIE.htc)
Ada beberapa fitur CSS3 yang memerlukan properti khusus, misal untuk multiple background maupun linear gradient, kita harus menuliskan shorthand property: -pie-background
Untuk lebih jelas mengenai fitur CSS3 yang disupport oleh PIE, silakan berkunjung ke sini.
Maaf font-nya berwarna-warni



aaargh….! keduluan. Baru aja mau nulis tentang PIE. huks.. huks..
Ahahaha …. sokor hehe :p
Pasti tetap berguna kok mas
Apa ini juga bisa berguna untuk WordPress? blog acer pakai wordpress soalnya
mestinya bisa dong. Ayo @herihehe dicari nih. jawab peranyaannya ya..
yap, bisa dong … untuk semua platform bisa, ini hanya stylesheet, jadi tidak bergantung sistem back-end nya.