Pentingkah Validasi W3 Untuk Website?
(Thanks to mildfoam atas inspirasinya :p)
Bagi yang belum mengetahui apa itu W3 validator silakan klik di sini. Validator sendiri ada banyak macamnya, mulai dari MarkUp (HTML) Validator, CSS, RDF, Feed, P3P, dan XML Schema Validator.
Artikel ini terbatas pada pembahasan validasi HTML pada website. Seperti kebanyakan web designer yang saya jumpai, masih banyak yang beranggapan bahwa validnya kode mark up sebuah website hanyalah formalitas belaka. Saya sendiri dulu juga tak jauh beda. Mengacu pada The Big 3 yang notabene masih banyak error pada validasi websitenya, seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:
Google.com : 43 Errors, 2 warning(s) [lihat]
Yahoo.com : 148 Errors, 28 warning(s) [lihat]
Microsoft.com : 355 Errors, 31 warning(s) [lihat]
Kalau kita lihat data dari proyek MAMA-nya Opera beberapa tahun lalu, ternyata sangat sedikit website yang ‘ngeh‘ pada validasi mark up. Meskipun meningkat, namun tak terlalu signifikan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Mengapa perlu validasi?
Bagi yang sudah menerapkan teknik validasi mark up pada website mereka, saya yakin banyak manfaat yang didapat. Dari pengalaman saya setelah menggunakan teknik ini, ada dua hal penting yang saya dapat:
Cross Browser Compatible
Seperti yang telah ditulis di situsnya , salah satu tujuan validasi mark up adalah untuk menjamin agar website Anda menjadi cross browser compatible.
Website yang tidak lulus validasi, meskipun bisa berjalan namun tetap memiliki error di dalam struktur mark up nya. Memang benar ada fitur error correction di setiap browser, namun masalahnya tidak semua browser menerjemahkan error tersebut dengan cara yang sama.
Melalui validasi, semua browser, bahkan yang paling tua sekalipun akan bisa membaca dokumen website Anda dengan mudah.
Alat Bug Fixing yang Praktis
Sebelum mengenal validasi, hampir setiap website yang saya tangani memerlukan waktu ekstra untuk membenahi bug-bug baik yang berkaitan dengan struktur mark up maupun stylesheetnya.
Sekarang, saya tak perlu ambil pusing untuk mengetahui letak kesalahan mark up pada website. Dan dengan validasi ini, saya bahkan sudah lupa apa itu Quirks Mode yang dulu sering saya gunakan pada stylesheet. (Hanya saja kadang saya masih perlu menggunakan attribute !important untuk mengakali IE6 _ _’ )
Validasi Mempengaruhi SEO?
Saya kurang tahu masalah ini, tetapi keponakan tetangga saya, Mas Edward Lewis sudah memberikan gambaran yang cukup jelas.
Misal:
<img src="/images/zukilover.jpg" />
dan
<h1><img src="/images/zukilover.jpg" /></h1>
Bandingkan dengan:
<img src="/images/zukilover.jpg" alt="Lelaki Perkasa" />
dan
<h1><img src="/images/zukilover.jpg" alt="Lelaki Perkasa" /></h1>
Keempat kode di atas akan tampil di browser tanpa ada masalah. Namun dengan menggunakan kode yang valid, dalam hal ini pemakaian atribut ‘alt’, kedua kode terakhir akan memiliki aksesibilitas yang lebih baik. Bot pun akan membaca dua kode terakhir menurut apa yang ada di dalam atribut ‘alt’.
Contoh lain yang sangat jelas manfaatnya adalah ketika kita menggunakan elemen img sebagai hyperlink.
<a href="/tentangkami" title="Tentang Kami">
<img src="/images/tentangkami.png" alt="Tentang Kami" />
</a>
Berikut ini saya share juga beberapa cara untuk mempermudah mem-validasi website Anda.
Menggunakan bookmarklet untuk jalan pintas validasi website:
Mark Up Validator:
javascript:void(document.location='http://validator.w3.org/check?uri='+document.location+';verbose=1;ss=1')
CSS Validator:
javascript:void(document.location='http://jigsaw.w3.org/css-validator/validator?uri='+document.location+';verbose=1;ss=1')
Jika Anda menggunakan Mozilla Firefox, silakan install addons berikut: https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/249/
Sumber:
http://validator.w3.org/docs/why.html
http://www.seoconsultants.com/validation/
http://www.google.com/support/forum/p/Webmasters/thread?tid=0eff485bff0f5414&hl=en



Kalo untuk SEO emang ada pengaruhnya, lumayan lah crawler jadi betah berlama2 ngendon ^_^
penting
tergantung kegunannya sih sebenernya. Kalo terlalu ribet dan malah makan waktu development ya….. ditimbang lagi keuntungannya.
Standard sih sebaiknya iya. Lha tapi… W3C kan standardnya sendiri terus berubah *ngeles hihihi
tapi setidaknya bisa untuk latihan kita supaya ngoding lebih rapi kok
lagian emang banyak kadang suggestion2nya yang berguna….
kan bisa aja kita lupa ini itu hehehe
Penting. Paling nggak biar melatih kita koding lebih rapi, sesuai standar.
Jika yakin penulisan markah X/HTML sudah tepat, sepertinya validasi tidak penting lagi. Atau pun kalau ada galat, dan pengembang/desainer mudah menemukan kesalahan penulisan markah tanpa bantuan validasi kodenya, usaha tim W3C merilis peranti validasi itu menjadi tidak penting lagi.
Terkait pemakaian atribut title dan alt pada contoh di atas, bukankah redundansi/pengulangan informasi seperti itu tidak dianjurkan dari sisi aksesibilitas? Entah jika dari sisi SEO melalui penjejalan & duplikasi kata kunci. Kami sempat mendiskusikannya di blog Mas Anis–jabarview.com.
memang susunan sesuai standar sangat penting, tapi mungkin untuk teman teman web developer, kebanyakan tidak memerlukan validasinya, yang penting selama web bisa di lihat bagus di rata rata browser, itu sudah cukup…
jadi gto ya gan,tapi saya pernah cek suatu website atau blog yang berada di posisi pertama pada search engine google lebih banyak error validasinya daripada blog saya,jadi menurut saya error validasi tidak mempengaruhi SEO
Repotnya, struktur website sudah valid, tapi unsur pihak ketiga (adsense,dll) yang nggak valid dan kita tidak bisa merubah. Valid HTML nggak terlalu banyak berpengaruh SEO (asal jangan nggak valid semua)